KECELAKAAN

Buruh Sawit Nyambi Jual Dextro Dan Zenith

INFOTANAHALAUT.COM- Dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terpaksa dilakukan oleh Khairudin (26) warga Desa Sungai Riam Rt 4/3 Kecamatan Pelaihari yang juga sebagai buruh di salah satu perusahaan kelapa sawit di wilayahnya, dimana ia nyambi (sambil) jualan obat daftar G berupa dextro dan Carnophen atau zenith.
Atas usaha sambilannya itu, pada hari Selasa (27/6) kemarin sekitar pukul 18.30 wita polisi mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar bahwa ia di daerah tersebut sering terjadi transaksi jual beli obat jenis zenith dan dextro. Dextro yang di jual pelaku sendiri sudah di kemas dalam plastic klip isi 10 biji seharga Rp 10.000 per bungkus.
Atas laporan itulah Kapolsek Pelaihari Kota AKP Shofiyah beserta anggotanya tanpa basa-basi langsung mendatangi TKP, al hasil pelaku pun dapat di tangkap berikut sejumlah barang bukti obat-obat daftar G dimaksud.
Kapolsek Pelaihari Kota AKP Shofiyah yang baru satu bulan di lantik ini, Rabu (28/6) di Polres Tala dan di hadapan awak media mengatakan, dari tangan pelaku di amankan carnophen (zenith) sebanyak 206 butir dengan rincian terdiri dari 20 keping, dimana 1 kepingnya berisi 10 butir dan 6 butir dextro. 826 butir dengan rincian terdiri dari 29 plastik klip transparan yang di dalamnya berisi 19 butir dan 1 plastik klip transparan yang berisi 4 butir dan 1 plastik klip besar yang berisi 351 butir dextro. Satu kantong platsik warna hitam, dan uang tunai Rp 36.000.
“dalam bungkus plastik klip isi 10 butir dextro pelaku menjualnya seharga Rp 10.000,” terang Shofiyah.
Ia menambahkan, masih dalam pendalaman untuk melacak jaringan lainnya yang berhubungan dengan pelaku.
Sementara itu pelaku Khairudin mengaku kalau ia menjalankan bisnis ini baru berjalan 1 bulan, dengan alasan untuk tambahan guna keperluan hidup sehari-hari walau saat ini bekerja sebagai buruh lepas di perusahaan kelapa sawit.
“yang membelinya juga warga sekitar, dan barang di kirim oleh teman dari daerah Kurau,”ucap pelaku.
Pelaku di ancama UU Kesehatan dengan ancaman kurungan 10 sampai 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 millliar.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook