SERBA-SERBI

Cerita Gempa Dan Tsunami Saat Makan Siang

INFOTANAHLAUT.COM-Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Laut Drs. H. Syahrian Nurdin beserta jajaranya melakukan jamuan makan siang bersama 20 orang rombongan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Palu, Sulawesi Tengah, penjamuan makan siang di salah satu rumah makan di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Senin (11/3/2019).
Rombongan KBB Sulteng sendiri saat ini berada di Kabupaten Tala usai menghadiri Haul ke-14 ulama kharismatik Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau Guru Sekumpul di Martapura Kabupaten Banjar belum lama tadi.
Cerita-cerita antara Sekda dan anggota KKB bermacam-macam, salah satunya saat bencana gempa serta tsunami yang terjadi di Palu Sulteng pada hari Jum’at (28/9/2018) lalu.
Tidak hanya warga asli Sulteng yang terdampak bencana tersebut, ternyata juga berdampak terhadap warga Banjar. Saat itu baik dari pihak pemerintah maupun swasta dari Kalsel memberikan bantuan berupa sandang dan pangan, salah satunya Pemkab Tala, dimana bantuan di antar secara langsung oleh Sekda Tala Syahrian Nurdin bersama beberapa relawan dari Tala.
Sekretaris KKB Sulteng Ramdani di jamuan makan siang mengatakan, KKB Sulteng sendiri adalah sebuah wadah kerukunan para warga asal Banjar (Kalsel) yang lama menetap di Sulteng, anggotanya sekarang mencapai 5.000 orang lebih, dan sekitar 600 Kepala Keluarga.
Datang ke Kalsel adalah untuk menghadiri haul guru sekumpul yang ke 14 sekaligus mengunjungi kampung kelahiran nenek moyang mereka yang berasal dari Tanah Banjar,”ungkap Ramdani.
Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Tala karena telah membantu saat musibah gempa dan tsunami melanda, dan terharu ketika sampai di Tala di sambut dengan baik oleh Sekda Tala serta jajaran.
“kami berterimakasih dulu pernah di bantu, dan sekarang di sambut baik,”kata Ramdani.
Sementara Sekda Tala Syahrian Nurdin menilai bahwa ini salah satu langkah Pemkab Tala dalam menjaga silaturahmi dengan para warga Banjar yang tergabung dalam KKB Sulteng.
Dalam jamuan makan siang di kupas tengang asal-usul warga Banjar di Sulteng. Koordinator Pasca Gempa KBB Sulteng Ihsan menceritakan, dulunya nenek moyang mereka asli dari daerah Banjar dan berpergian ke daerah Palu, Donggala dan Sigi serta wilayah Sulteng lainnya untuk berdagang dan berdakwah. Nenek moyang berjualan rempah, kain, dan sebagainya di daerah Sulteng, selain itu juga mereka berdakwah dengan menjadi guru ngaji di pesantren-pesantren yang ada.
Ihsan juga menambahkan, dulu orang Banjar berpergian ke Sulteng menggunakan perahu, dan sebagian besar dari mereka menikah dan hidup menetap di sana.
Saat ditanya sejak kapan warga Banjar berpergian ke Sulteng, Ihsan mengatakan bahwa sejak tahun 1900-an.
“kami ini adalah generasi ke lima dari para nenek moyang asli Banjar,”ujarnya.
Ihsan pun menambahkan, kebanyakan warga Banjar yang pergi dan menetap di Sulteng adalah masyarakat asil Desa Sungai Durian, Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Terkait hal itu, Selasa besok (11/3/2019) rombongan KBB Sulteng yang terdiri dari 20 orang yang di fasilitasi oleh Pemkab Tala menuju Desa Sungai Durian Amuntai Kabupaten HSS.
“Ssemoga kami bisa menelusuri silsilah keluarga yang telah lama hilang kontak,”tutup Ihsan.(Mul)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook

Tentang Penulis/Jurnalis

Tim Jurnalis

Tim Jurnalis

Kami akan selalu berusaha memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada pembaca setia infotanahlaut.com. Semoga media ini bisa menjadi media penambah khasanah informasi khususnya dari Kabupaten Tanah Laut.