PENDIDIKAN

Curhat Kedewan Usulkan Naik Pendapatan

INFOTANAHLAUT.COM- Teras utama gedung DPRD Tala belum lama tadi sudah di datangi puluhan guru-guru honorer non K2 atau yang memiliki SK setelah 1 Januari 2015 dan tergabung dalam Forum Komunikasi Pendidik dan Kependidikan Honorer (FKPTKH) Tanah Laut. Kedatangan mereka semakin bertambah jumlahnya, saat waktu menunjukan pukul 10.00 wita.
Secara keseluruhan ada sebanyak 2.420 tenaga guru honorer non K2 se Kabupaten Tanah Laut, dan yang K2 nya sendiri berkisar 400- orang.
Para guru PTT honorer K2 yang datang ke DPRD Tala membawa 5 point aspirasi atau usulan yakni Menetapkan SK pengangkatan Honor GTT/PTT di tetapkan secara individu oleh bupati selaku kepala daerah. Kemudian peningkatan kesejahteraan untuk GTT/PTT peningkatan mutu penghasilan, Kesejahteraan tambahan bagi honorer yang mencakup jaminan kesehatan, jaminan keselamatan kerja serta jaminan hari tua. Peningkatan statsu kerja dan penghasilan PPPK (P3K) menjadi PNS, serta Perda tentang honorer di Kabupaten Tanah Laut.
Para guru honorer di terima ketua komisi II Made Lutra bersama beberapa anggota dewan lainnya, sementara dari unsur eksekutif dari kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Abdillah, kepala dinas kesehatan H.Junaidi, kepala Badan Kepegawain dan Pengembangan SDM Husein Irianta, ketua Dewan Pendidikan Tala Sarnadi Abdullah, serta dari PGRI Tala.
Di jelaskan Made Lutra ketua komisi II DPRD Tala, dewan sendiri berkomitmen, terlebih sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tala bahwa menyangkut peningkatan kesejehteraan bagi PTT K2 ini sudah sejak tahun 2012 lalu di usulkan, namun sampai saat sekarang belum terima draf dari dinas pendidikan dan kebudayaan serta BKD.
“kalau dana daerah cukup sudah pasti dewan sangat menyetujuinya,” terang Made Lutra.
Lebih lanjut Made menjelaskan, kunci utama adalah melihat dari kemampuan keuangan daerah. Di tahun 2017 sampai 2018 ini semua daerah tengah mengalami rasionalisasi anggaran. Dewan sendiri berharap di tahun anggaran 2018 sampai 2019 keuangan bisa bertambah, karena dewan terus mencari celah untuk potensi pendapatan yang belum tergarap untuk menambah keuangan daerah.
Sementara itu Fitri, salah seorang guru honorer K2 di dalam dialog tersebut berharap bahwa aspirasi guru bisa di perjuangkan.
“kami selayaknya PNS, tapi tidak PNS,”ucapnya.
Di kesempatan tersebut ketua Dewan Pendidikan Tala Sarnadi Abdullah pun angkat bicara. Menurutnya system pendidikan di Indonesia ini memang rumit, setiap kali berganti menteri selalu berganti peraturan, di Cina selama 25 tahun sitem pendidikan berjalan baru dilakukan evaluasi atau di tinjau ulang, dan untuk Tala sendiri kuncinya di DPRD dan Pemkab.
“tuntutan tersebut sangatlah sederhana, kerja sudah 10 tahun, apa lantas tidak dapat di SK kan oleh bupati,”terang Sarnadi.
Sementara itu Sumiarno salah seorang guru honorer non K2 usai pertemuan dengan DPRD mengatakan, untuk honor atau upah daerah yang di terima oleh masing-masing guru teresbut berkombinasi, ada yang sebesar Rp 350 ribu, Rp 500 ribu atau Rp 600 ribu sampai Rp 1,3 juta. Hal tersebut sangat jauh dari layak di dapat, dan bagi DPRD serta Pemkab tadi berjanji akan mencoba di masukan dalam anggaran perubahan 2018 ini, dan harapan agar PTT guru honorer K2 ini sama mendapatkan dengan PTT dari instansi lainnya.
“menyangkut SK kami tidak akan sekali ini saja melakukan audensi, tapi masih ada audensi lanjutan sampai usulan di realisasi,”terangnya.
Hal lain di utarakan Rusmansyah guru PTT menyebutkan, pada audensi berikutnya akan mengusulkan adanya dana hibah usaha mandiri, sehingga bagi guru PTT ini ada kegiatan lain di luar tugasnya sebagai guru.
Inti dari kedatangan para guru honorer K2 ini ke DPRD Tala adalah apakah keberadaan guru-guru PTT tersebut telah sesuai dengan UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, apakah sudah layak angka Rp 350 ribu sampai Rp 1,3 juta tersebut.
Para guru PTT non K2 ini pun harus pulang dengan rasa tidak puas, dan sambil menunggu tahapan selanjutnya setelah dilakukan pembahasan antara DPRD dan dinas terkait sesuai dengan tuntutan yang di sampaikan mereka.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook