PERISTIWA

DA 311 L Membawa Ketua KNPI, 3 Jam Menyusul Bendaharanya

INFOTANAHLAUT.COM-Mobil Kijang berplat merah DA 311 L warna hijau tua, Selasa (18/12/2018) kemarin nampak membawa ketua DPD KNPI Tanah Laut Syahruji yang masa baktinya dari tahun 2017 sampai 2020. Itulah ia mobil dinas tahanan Kejaksaan Negeri Pelaihari yang membawanya ke Rutan Pelaihari dan telah menetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Tanah Laut tahun 2017. Hibah dana yang di kucurkan ke DPD KNPI Tala sendiri sebesar Rp 1,2 milyar.
Syahruji saat di ruang Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Pelaihari hanya sendiri tanpa pengacaranya. Jaket rompi warna oranye pun di siapkan staf Pidsus sebelum Syahruji menuju mobil tahanan.
Sebelum keluar ruangan, Syahruji juga di lakukan cek up kesehatan oleh dokter dari RSU H.Boejasin bersama salah seorang stafnya. Pemeriksaan kondisi Syahruji hanya pada bagian tekanan darah, dan kondisi lainnya, dan hasilnya dalam batas normal.
Di sekitar ruang Pidsus sendiri nampak beberapa anggota dari Polres Tala berseragam dan beberapa orang di antaranya di lengkapi senjata laras panjang.
Sekitar pukul 17.00 wita, Syahruji pun di giring keluar ruang Pidsus bersama beberapa orang dari Kejaksaan termasuk Kasi Pidsus Imam Cahyono,SH. Syahruji pun mengenakan rompi warna oranye yang kerap di gunakan oleh tersangka kasus korupsi seperti di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia langsung masuk ke dalam mobil dinas tahanan, dan mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian menuju Rutan Pelaihari. Nampak pula Kepala Kejaksaan Negeri Pelaihari Sri Tatmala Wahanani,SH melihat yang mendekati tersangka sebelum masuk dalam mobil tahanan.
Kepala Kejaksaan Negeri Pelaihari Sri Tatmala Wahanani,SH dalam keterangannya kepada awak media mengatakan, penyidik Kejaksaan Negeri Pelaihari telah menetapkannya sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dana hibah dari Pemkab ke DPD KNPI, dan dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Kalsel kerugian negara sekitar Rp 300-an juta.
Dalam pelaksanaannya terang Sri Tatmala, tidak sesuai dengan pertanggung jawaban dengan realisasi yang berbeda. Contohnya ada kegiatan yang anggaranya tidak sampai Rp 20 juta akan tetapi pertanggung jawabannya sebesar Rp 20 juta. Di DPD KNPI sendiri ada 24 macam kegiatan yang pertanggung jawabanya itu ada mark up.
Apakah ada tersangka lain ?
Menurut Sri, sementara baru ketua KNPI Tala dan untuk mengarah tersangka lain masih dalam proses penyelidikan. Terhadap pengurus mulai dari bendahara, sekretaris dan semuanya telah di mintai keterangan. Tersangka akan menyediakan sendiri penasehat hukumnya walau saat ini belum ada dan ia masih meminta waktu.
Ketua DPD KNPI Tala pun di jerat pasal 2 ayat 1, pasal 3 dan pasal 9 yang di sangkakan terhadap tersangka, dan UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai mana di ubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.
Sementara 3 jam atau sekitar pukul 21.00 wita setelah ketua DPD KNPI di tahan, Bendahara DPD KNPI Tala atas nama Faulina Riski juga dilakukan penahanan. Faulina juga mengenakan rompi oranye setelah keluar dari ruang Pidsus. Sebelum ia keluar dari ruang Pidsus juga sama perlakuannya dengan ketua KNPI. Ia pun di periksa dari kesehatanya oleh tim dokter rumah sakit H.Boejasin Pelaihari. Faulina di antar ke Rutan Kelas 2B dengan menggunakan mobil dinas Kejaksaan Avanza warna hitam DA 137 LB.
Sri Tatmala menghimbau kepada organisasi apa saja yang menerima dana hibah baik dari APBN maupun APBD, gunakanlah sesuai dengan RAB, jangan penggunaannya sedikit tapi pertanggung jawabannya di besarkan.Tung

12
42%
like
0
0%
love
0
0%
haha
1
3%
wow
14
50%
sad
1
3%
angry

Komentar Facebook