WISATA

Danau Bersejarah Menjadi Wisata Air

INFOTANAHLAUT.COM- Dulu danau ini hanya sebuah danau yang terbentuk secara alami, namun memiliki kedalamam yang lumayan, dan patalnya jika terjadi curah hujan yang cukup tinggi, maka danau ini pasti meluap hingga berujung membanjiri kawasan pemukiman yang ada di sekitar danau.
Danau Boom, itulah nama bagi danau ini, atau bagi orang Pelaihari menyebutnya danau Ujung Buruk (1 km dari mesjid Agung Syuhada) Pelaihari. Entah kenapa jadi di namakan Danau Ujung Buruk oleh warga.
Konon dari beberapa cerita para orang-orang yang sudah berumur, pasar yang dekat danau itulah merupakan satu-satunya pasar di wilayah kota Pelaihari atau pasar induk di Pelaihari.
Masyarakat dari berbagai kecamatan maupun warga kota Pelaihari begitu bangga dengan adanya pasar, dan pasar itupun di sebut sebagai Pasar Ujung Buruk yang menjadi pusat transaksi perdagangan di era tahun 1980-an.
Letak pasar sendiri tidaklah layaknya pasar-pasar sekarang yang berada di sebuah bangunan, namun para pedagang menjajakan baranh dagangannya di pinggir jalan gang masuk, dan gang itu pun bernama gang Ujung Buruk.
Di era 1980-an itu, alat transportasi pedagang untuk membawa barang dagangannya masih menggunakan gerobak yang di buat beratap mirip atap rumah dan memiliki ban mobil bekas sebanyak 2 buah, serta di tarik oleh se ekor sapi, karena di era itu yang namanya mobil pick up hanya di miliki oleh orang-orang tertentu saja.
Seiring dengan perkembangan jaman, Pemkab Tala kala itu mencoba untuk merelokasi pasar Ujung Buruk ke wilayah Bajuin Plaza sekarang. Maka pembangunan pasar pun mulai di garap Pemkab.
Baik pasar, danau maupun gang Ujung Buruk kini hanya tinggal nama, karena keberadaan sebuah pasar kabupaten pun di pindah ke lokasi depan termina taksi antar kota, atau yang sekarang pasar Tuntung Pandang.
Tidak ada lagi transaksi perdagangan di pasar Ujung Buruk. Namun kini keberadaan danau Ujung Buruk mendapat perhatian dari Pemkab Tala, khususnya di era bupati Bambang Alamsyah, karena di jaman bupati-bupati sebelumnya danau Ujunhh Buruk tak mendapat respon.
Sebuah pemikiran jangka panjang atas danau Ujung Buruk pun muncul. Maka di jaman bupati Bambang Alamsyah, danau Ujung Buruk pun di percantik.
Alat berat untuk melakukan pengerukan danau pun mulai bekerja, di samping sebagai upaya untuk mencegah luapan air jika kalau curah hujan tinggi dan menggenangi pemukiman warga sekitar danau.
Luas danau yang kurang lebih 1 hektar itu pun kini telah terkeruk, dan obsesi bagi pimpinan daerah menjadikanya sebagai objek wisata di tengah atau di dalam kota.
Mengawali kehidupan danau atau untuk meramaikan susansa danau yang telah selesai di keruk itu, sejumlah kemeriahan berupa lomba-lomba di selenggarakan untuk memperkenalkan destinasi wisata buatan baru danau boom (Ujung Buruk), Minggu (31/12/) kemarin.
Lomba-lomba yang di selenggarakan di antaranya lomba tinju bantal, lomba balap jukung, lomba berenang dan lomba perahu gadang pisang.
Bupati Tala Bambang Alamsyan bahkan mengajaka keluarganya untuk naik perahu karet dan menikmati danau Ujung Buruk.
Melihat antusiasme warga yang sangat tinggi, Bupati berharap pembangunan wisata danau buatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menambah destinasi wisata yang ada di Tanah Laut.
“Rencananya nanti akan kita bangun pasar Apung di tempat wisata ini untuk menambah daya tarik bagi wisatawan,”ucap Bambang.
Sementara itu kepala dinas pariwisata Tala Akhmad Khairin mengatakan, konsep pengembangan kedepan terhadap danau ini di arahkan menjadi destinasi wisata air berupa wahana permainan air, memancing dan lain sebagainya.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook