PUBLIK

Danau Tadah Hujan Itu Jadi Harapan

INFOTANAHLAUT.COM-Hamparan danau tadah hujan seluas kurang lebih 10 hektar dengan kandungan air di perkirakan sebanyak 2 juta meter kubik yang berada di kawasan pabrik kelapa sawit PTPN XIII Pelaihari dan menjadi sumber air bersih bagi PDAM Kabupaten Tanah Laut,menjadi satu harapan bagi warga Pelaihari akan kebutuhan air bersih terlebih saat memasuki musim kemarau. Konon kabarnya selama 7 bulan kemarau berlangsung,debit air danau tersebut tidak sampai mengering.
Di sekitar danau tersebut juga ada terdapat sejumlah warung makan dengan menu ikan tawar bakaran jenis patin, nila dan gabus (haruan) milik perorangan,serta di tambah ada keramba ikan-ikan dan di lengkapi pula dengan beberapa sarana sepeda air.
Dari Laporan Hasil Uji (LHU) terhadap air danau PTPN XIII yang di keluarkan oleh Labkes Dinas Kesehatan provinis Kalsel nomor 21772/LHU/LABKES/Kp.A/XII/2017 pada bulan Desember 2017 lalu pemeriksaan ada 10 item yakni secara fisika menyangkut bau di laporkan tidak berbau,begitu pula dengan rasa tidak berasa. Secara kimia kandungan seperti PH,air raksa (Hg), sulfat (Oj),besi (fe) dan mangan (Mn) masih di bawah standar.
Sarana perpipaan untuk mengaliri air dari danau tersebut kini pun telah di pasang PDAM,dan kini pipanisasi telah masuk dalam wilayah kota yakni di jalan A.Yani Angsau,dengan total panjang pipanisasi sepanjang 8 kilometer.
Pemanfaatan air danau PTPN XIII sebagai sumber air bersih oleh pihak PDAM sendiri sudah dilakukan pada era bupati Tala Drs.H.Adriansyah (Aad) dan selanjutnya dapat terkoneksi dengan jaringan pipa yang ada di Sungai Kandangan di Desa Bajuin Kecamatan Bajuin.
Diakui memang PDAM cukup di buat pusing manakala sumber air di sungai Kandangan Bajuin dengan mutu airnya yang sangat rendah. Tingkat kekeruhan air sungai Kandangan yang cukup tinggi bak kopi susu,di akibatkan dari aktivitas penambangan emas rakyat di sekitar kawasan Sungai Kandangan,karena memang para penambangan emas memerlukan ketersediaan air yang banyak.
Direktur PDAM Tala Eko Sugiharto,Rabu (25/07/2018) mengatakan, pipa pelayanan dari danau PTPN XIII sudah sampai masuk kota Pelaihari yakni untuk Jaringan Distribusi Utama (JDU),sementara kalau untuk pipa distribusi tersiernya sekarang pada tahun ini tengah di pasang untuk daerah Ambungan,Panggung dan Angsau. Pipa intake dari danau ke IPA yg di jalan A.Yani Ambungan panjangnya sekitar 2 km, lalu pipa distribusinya dari IPA yang di Ambungan sampai kota Pelaihari sekitar 8 km panjangnya. Pelayanan dari danau PTPN XIII meliputi dari Ambungan, Pabahanan,Angsau, Beramban, Matah, Samudera,Gagas,Datu Daim, A.Syairani, Boejasin,Lok Serapang, Komplek Perumahan Sakura di Matah,
Eko menjelaskan pula,pelayanan dari Sungai Kandangan dari Bajuin meliputi Desa Atu-Atu,Ketapang,Tirta Jaya dan Balirejo dan itu juga terkoneksi dengan pipa dari danau PTPN XIII,akan tetapi di bagi wilayah pelayanannya,pipanya tehubung tapi ada pembatasnya (Valve).
Kebutuhan air bersih juga jaringanya ke rumah sakit H.Boejasin yang sekarang tengah di bangun di daerah Sarang Halang,dan tahun ini juga tengah di kerjakan.
“Jadi yang di kerjakan tahun ini adalah pipa distribusi tersier Ambungan,Angsau arah rumah sakit di Sarang Halang,dan untuk kebutuhan air ke rumah sakit di lihat dari kemampuan distribusinya,bisa pakai pelayanan danau PTPN XIII atau Bajuin karena koneksinya lewat Desa Atu-Atu dan jalan simpang Kolonel Soepirman,namun kalau melihat pada jarak maka lebih memungkinkan pelayanan dari Bajuin,”beber Eko.
Melihat pada kapasitas danau PTPN XIII sekarang sebesar 30 liter per detik dan bisa di tambah,maka akan menggunakan pelayanan danau PTPN XIII,atau karena pipanya saling terkoneksi maka tinggal buka tutup valve saja sebagai pengaturannya.
Eko memaparkan pula,pada pelayanan Bajuin sekarang yang di pakai sebesat 40 liter per detik saja,soalnya WTPnya sudah buruk atau menurun fungsinya sehingga tidak bisa maksimal lagi,padahal kapasitasnya mencapai 70 liter per detik.
Tercatat pelanggan PDAM se kota Pelaihari yang aktif sebanyak 3.058 pelanggan. Tarif air PDAM sendiri mengalami kenaikan setelah dilakukan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) provinsi Kalsel dan Badan Peningkatan Penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) dan SK bupati Tala nomor 107 tahun 2017 tentang tarif air minum pada PDAM yang berlaku dari bulan Juli 2018. Di jabarkan bahwa untuk tarif kelompok pelanggan yakni untuk kelompok I sosial umum yang terdiri dari kran air umum,WC umum dan tempat ibadah beban tetapnya Rp 10.000. Kemudian kelompok sosial khusus seperti Puskesmas,panti asuhan,yayasan sosial, rumah jompo,rumah rehabilitas,dan rumah sosial lainnya juga sama sebesar Rp 10.000 untuk beban tetapnya dengan tarif per meter kubiknya Rp 3.000.
Sementara untuk kelompok niaga kecil seperti rumah makan atau warung makan,kios kecil yang berada di pasar,usaha kecil yang berada di dalam rumah,apotik,penjual air,MCK di pasar,bengkel kecil,bengkel las,salon kecantikan,warnet,rumah kost atau bedakan dan pencucian sepeda motor tarif di kenakan Rp 4.650 per meter kubik dan beban biaya tetap Rp 10.000.
Jaringan pipa juga PDAM sendiri menggunakan jenis pipa HDPE dengan panjang 11,8 meter per 1 batang dan diameter 100,160,200,300 sampai 400 mm dan 160 mm yang di pasang tahun ini,tutup Eko.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook