PEMERINTAHAN

Danpos Batam Dan Dinkes Praktekan Membuat WC Cetak

INFOTANAHLAUT.COM- Sejak adanya Memorandum Of Understanding (Mou) atau kesepakatan antara Panglima TNI AD dan Kementerian Kesehatan RI untuk program Pemahaman Strategi Nasional Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM) melalui pendekatan CLTS, maka sejalan itu Kamis (20/7) di Balai Desa Jilatan Kecamatan Batu Ampar, TNI AD dalam hal ini Pos Ramil Batu Ampar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut memberikan sosialisasi terhadap program tersebut, dan sekaligus melakukan praktek pembuatan WC cetak.
Program ini sendiri sasarannya adalah kepada warga yang belum memiliki WC sehat dan murah. Kecenderungan masyarakat di Indonesia ketika melakukan aktivitas buang air besar selalu mengandalkan sungai, atau jika ada masyarakat yang telah memiliki WC namun tidak pada standar kesehatan, dalam artian lain keberadaan WC masih terbuka atau dalam istilah lain WC cemplung.
Sosialisasi kepada masyarakat terhadap program ini juga turut di back up mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yang tengah melakukan program KKN di Desa Jilatan.
Penjelasan mengenai program di sampaikan langsung oleh Fajar Setio selaku fasilitator Kesehatan petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut.
Di paparkan, bahwa merubah pola untuk tidak asal melakukan buang air besar di butuhkan kesadaran. Cara praktis dan cepat oleh masyarakat yang melakukan aktivias buang air besar seperti ke sungai memang sudah turun temurun dilakukan, terlebih bagi warga yang rumahnya dekat dengan sebuah sungai.
Memiliki WC (jamban) yang sederhana namun sehat memang sudah harus di kenali masyarakat, namun yang terpenting sekali bahwa keberadaan jamban itu harus tertutup dan menggunakan WC model yang benbentuk leher angsa, karena model seperti itu memiliki air yang fungsinya sebagai penutup antara bagian pembuangan kotoran manusia dari dalam lobang penampungan, begitu pula sebaliknya mencegah lalat masuk ke dalam lubang penampungan yang terhalang oleh air.
“yang perlu di ketahui bersama yakni pasca melakukan pembuangan kotoran di WC, maka sangat di sarankan untuk melakukan cuci tangan dengan menggunakan sabun, karena dengan sabunlah untuk memutus mata rantai perkembangan kuman yang berada di telapak tangan,” ungkapnya.
Komandan Posramil Batam (Danpos) Peltu Sudariyono pada sosialisasi tersebut mengatakan, sehat itu mahal, namun bagaimana agar masyarakat di sini bisa sehat, sudah barang tentu terhadap hal-hal yang sifatnya rutinitas setiap hari dilakukan seperti menggunakan jamban juga perlu di perhatikan pula kondisi jambannya.
“ untuk program pencetakan WC sendiri berikut bilik WC nya tidaklah memakan biaya yang cukup mahal, hanya cukup menyediakan semen 1 sak, pasir secukupnya, maka WC dapat di cetak, sementara untuk bilik bisa menggunakan bahan jenis kalsiboard, dan kedalaman lubang penampungan cukup dengan kedalaman 1,5 meter,” ungkapnya.
Di ungkapkan Halidah salah seorang warga setempat yang belum punya WC sendiri dan selama ini untuk keperluan buang air besar masih ikut sama mertuanya.
“Alhamdulillah kalau ada di buatkan WC dari pemerintah,” katanya.
Program cetak WC dari Kementerian Kesehatan RI dan TNI AD di Kabupaten Tanah Laut ini ada sebanyak 36 desa yang menjadi sasaran, yakni desa yang berada di Kecamatan Pelaihari, Batu Ampar, Kintap, Bati-Bati dan Takisung.
TNI AD selaku pihak yang bekerja dan penyiapan material, sementara dari Dinas Kesehatan sebagai pemicu atau penyajian materi programnya. Di samping itu juga melibatkan masyarakat setempat yang desanya masuk dalam program pembuatan WC cetak.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook