POLITIK

Dapil Neraka Antara Realita Dan Sebutan

INFOTANAHLAUT.COM- Bagi mereka yang berkecimpung di dunia politik,terlebih yang tengah mempersiapkan diri untuk ikut dalam bursa calon anggota legislatif atau biasa di sebut bacaleg lewat jalur parpol guna menghadapi Pemilu Legislatif 2019 mendatang,maka proses pemilihan calon anggota legislatif di awali dengan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Oleh KPU selanjutnya dilakukan cek and ricek terhadap semua berkas bacaleg yang sudah masuk.
Terbayang barangkali dalam pikiran sang bacaleg untuk bisa duduk sebagai anggota DPRD,namun menuju itu harus mengantongi suara cukup sesuai standar yang telah di tetapkan untuk bisa menjadi anggota DPRD. Genderang perjuangan pun sudah harus di siapkan secara matang jauh-jauh hari. Strategi-strategi pun mulai di susun untuk tampil di hadapan konstituen sesuai dengan Daerah Pemilihan (Dapil). Masing-masing parpol pun telah menentukan dapil para calegnya di 11 kecamatan di Kabupaten Tanah Laut dengan 135 jumlah desanya.
Tiap dapil punya karateristik sosial, ekonomi,budaya dan lainnya,bahkan ada istilah “Dapil Neraka” yakni di dapil 1 yang cakupan wilayahnya berada di Kecamatan Pelaihari dan Kecamatan Bajuin.
Entah dari mana gelar dapil neraka itu awalnya muncul dan dari siapa pencetusnya,bagi masyarakat awam mungkin menilai sangat sadis atau ngeri kah ?
Pengamat politik Tala Kamaru Zaman yang juga mantan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanah Laut punya penilaian tersendiri tentang apa itu dapil neraka.
Rabu (18/07/2018) Kamaru Zaman mengatakan,sebutan bagi Dapil Neraka hanyalah istilah atau sebutan orang saja. Kenapa demikiam,karena menggambarkan di dapil tersebut terjadi sebuah persaingan yang sangat ketat dalam perolehan kursi di DPRD.
“Pada dapil 1 sendiri lantaran di isi oleh orang-orang yang kompetitif. Padahal semua dapil itu sama saja yang memerlukan perjuangan keras dari semua caleg,”ungkapnya.
Lantas apakah ada dapil surga ?
Kamaru Zaman menambahkan,di lihat dari hitung-hitungan angka semua dapil itu hampir merata pembagian kursinya,artinya nilai sebuah kursi hampir sama saja. Di dapil 1 ada 10 kursi,dapil 2 ada 11 kursi,dapil 3 ada 8 kursi,dan dapil l 4 ada 6 kursi. Pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang, jikalau 100 persen pemilih memilih,sekitar 9.500 suara di butuhkan untuk 1 kursi,beda barangkali dengan Pemilu Legislatif 5 tahun yanh lalu suara terbanyak hanya 5.000-an saja,dengan begitu suara yang terbuang tidak sebanyak sistem Pemilu lalu.
Sementara itu ketua DPD PKS Tala Ikhwan Khairiri dalam pandangannya mengenai dapil neraka mengungkapkan,memang ada yang berbeda di dapil 1 pada Pemilu 2019 dengan Pemilu 2014. Pada Pemilu tahun 2014 dapil 1 jumlah kursi yang di perebutkan 9 kursi,di tahun 2019 ada 10 kursi. Tentunya ini menjadi daya tarik sendiri bagi para bakal calon legislatif.
“Kalau dapil 1 itu disebut dapil neraka atau bukan,belum bisa mengambil kesimpulan sepakat dengan sebutan itu. Karena belum tahu secara detail siapa-siapa para kontestannya,karena beberapa ketua partai dan tokoh ada juga yang di dapil lain seperti dapil 2 ada ketua Golkar,ketua Nasdem,ketua PAN dan saya sendiri,”ucapnya.
Bagi DPD PKS menghadapinya dengan menempatkan kader-kader potensial,dengan keyakinan bisa di terima masyarakat di 2 kecamatan dapil 1 ini. Nantinya menjadi tantangan juga bagi bacaleg PKS untuk meyakinkan dan merebut hati pemilih di antara para tokoh-tokoh yang menjadi pilihan,tutup Ihkwan.
Kompetisi di dapil 1 memang di rasa cukup berat bagi para caleg-caleg. Pertarungan 16 parpol dengan masing-masing calegnya akan terlihat nanti pada akhirnya dengan perolehan suara yang di dapat bacaleg. Rakyat yang di jumpai dalam sebuah ajang kampanye justru terkesan di buat bingung dengan banyaknya pilihan wajah-wajah para bacaleg,tapi mau tidak mau suka tidak suka baik caleg maupun rakyat harus menerima proses tersebut.
Dari Daftar Pemilih Sementara (DCS) yang telah di tetapkan KPU,khusus yang di namakan dapil 1 sebagai dapil neraka ada sebanyak 48.893 pemilih untuk Kecamatan Pelaihari,sementara di Kecamatan Bajuin DCS sebanyak 12.787 pemilih. Dapat di hitung dengan DCS total sebanyak 61.680 pemilih yang harus saling di rebut para bacaleg dari 16 parpol.Tung

4
57%
like
0
0%
love
3
42%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook