DUNIA USAHA

Dari Seutas Tali Jadi Beragam Tas

INFOTANAHLAUT.COM-Sekelompok ibu-ibu dan anak-anak kaum perempuan yang berada di jalan Keluarga Rt 5 Desa Gunung Raja Kecamatan Tambang Ulang, bisa di bilang mahir dalam merangkai seutas tali menjadi beragam tas. Tali yang di gunakan biasa di sebut tali Kur, dan ke istimewaan tali ini memiliki beragam warna.

Awalnya hanya sebuah tali, namun jika tidak memiliki keahlian dalam merangkai atau menganyam tali tersebut, tentulah tidak menghasilkan karya seni apa-apa.

Saat di sambangi di rumah Misnah salah seorang pengrajin anyaman tali Kur, Jum’at (10/2) pekan tadi mengatakan, dalam menghasilkan sebuah tas itu tergantung berapa banyaknya bahan tali Kur yang di pakai.

“semisal menggunakan 4 buah tali ketika jadi sebuah tas, harganya Rp 60.000, kalau menggunakan 8 buah tali harganya Rp 100.000, begitu juga kalau pakai sebanyak 10 maka harganya Rp 150.000,” katanya.

Hasil karya mereka cukup menarik berupa tas dengan ukuran besar dan kecil. Masing-masing tas jelas harganya bervariasi tergantung penggunaan berapa banyak bahan tali dan warna.

Tas-tas yang di hasilkan dari para kaum ibu ini sendiri juga memilik sebutan jenis atau modelnya seperti model Sisik Ikan, Pelangi, motif siput, motif petir, motif buah, Daun, hello kitty.

Kecerahan tampilan tas yang sudah selesai di buat tergantung dari penggunaan warna pada tali Kur.

Misnah menambahkan, seperti halnya pembuatan sebuah tas yang menggunakan 2 buah tali, maka proses pengerjaan anyaman sampai selesai memerlukan waktu selama 2 hari, dan jika menggunakan 10 buah tali bisa rampung sampai 5 hari.

Kegiatan ibu-ibu yang mengisi waktu luang di kala sore hari ini sendiri sudah berlangsung selama 1 tahun lebih, dan pesanan tas mereka biasanya tergantung orang yang memesan.

Namun sayangnya, hasil produk mereka belum sampai menjamah ke kota atau daerah lain, akan tetapi hanya sebatas di wilayah desa mereka dan ada pula yang sampai ke wilayah Pelaihari kota.

Obsesi kami terang Misnah, produk ini bisa sampai merambah sampai ke toko-toko minimal di kota Pelaihari, disamping itu usaha kerajinan ini bisa berkembang lebih besar serta membawa manfaat bagi kaum ibu, yang tidak punya pekerjaan, pendek kata bisa sebagai tambahan pemasukan bagi keluarga, karena memang untuk sementara ini bahan utama tali Kur di beli dalam jumlah yang tidak banyak, sementara minat ibu-ibu yang lainnya untuk bisa membuat tas cukup banyak, sehingga terkadang sambil mengerjakan penyelesaian tas pesanan orang juga harus mengajari cara membuatnya.

Kegiatan pengrajin tali Kur ini sendiri patut untuk di kembangkan sebagai salah satu kegiatahn Usaha Kecil Menengah (UKM) yang patut di dorong.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan, M. Rafiki Effendi, Senin (13/2) mengatakan, terhadap pengrajin ini mungkin bisa di ikutkan dalam gelaran expo-expo, karena selama ini kegiatan mengikuti expo hanya terfokus pada makanan, dan dari produk pengrajin tali Kur ini bisa saja di ikutkan.

“memang ini ada sebuah inovasi dengan memanfaatkan tali Kur menjadi sebuah produk, karena selama ini tali Kur barangkali hanya di gunakan oleh anggota Pramuka maupun dari kemiliteran untuk keperluan seragam dinas, terhadap peluang dan kesempatan dari produk ini memang pantas untuk di kembangkan agar tidak terfokus pada desa Gunung Raja saja,”terangnya.

Ia menambahkan, hasil produk mereka di koordinasikan dengan Dekranasda Tanah Laut agar produk mereka di Display atau di ikutkan lewat momentum expo yang akan di gelar bulan April di Banjarbaru, walau bukan khas dari Tanah Laut tapi merupakan inovasi dari kaum ibu-ibu yang juga patut untuk mendapat perhatian.baz

0
0%
like
0
0%
love
1
100%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook