SOSIAL

Datang Kegedung Baru Langsung Disedot Darah

INFOTANAHLAUT.COM-Senin pagi (1/4/2019) usai apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman kantor bupati Tala Jalan A Syairani, setelah tidak lama berbincang-bincang dengan beberapa kepala SKPD, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs.Syahrian Nurdin di dampingi kepala Dinas Sosial Ir.Noor Hidayat dan kepala bagian Tata Pemerintah (Tapem) Tajuddin Nor langsung meluncur ke gedung Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Tala yang berda di Jalan H.Boejasin Pelaihari.
Kedatangan Sekda Tala yang juga ketua PMI cabang Tanah Laut ke gedung PMI cabang Tanah Laut yang belum di resmikan itu, oleh Sekda pun langsung donor darah sebanyak 1 kantong.
Sekda adalah orang pertama yang mendonorkan darahnya di gedung PMI yang baru, sebelumnya operasional PMI Tala berada di eks rumah dinas yang berada di Jalan Hutan Kota Pelaihari, ucap Ahit selaku kepala markas PMI Tala.
Gedung PMI Tala yang di bangun dengan 2 lantai tersebut di bangun dari sokongan dana APBD Tanah Laut tahun 2018 sebesar Rp 2,5 milyar. Tidak semata hanya sokongan ke gedungnya, namun juga juga sekaligus mendapatkan hibah lahannya dimana sebelumnya di lahan gedung PMI adalah rumah dinas Drg. Yeneke dan sekaligus praktek dokter gigi rumah sakit H.Boejasin.
Usai mendonorkan darahnya Sekda Tala mengatakan, yang namanya gedung baru sudah pasti harus di lengkapi, baik meja rapat bagi pengurus PMI, kemudian meubeler ruang pelayanan, genset dan lain sebagainya secara bertahap dan sekarang masih tahap berjalan pengadaan oleh Dinas Kesehatan Tala.
“Kalau di katakan gedung ini paling megah di seluruh kabupaten kota se Kalsel barangkali bisa di katakan ya, dan berharap apa yang telah dilakukan PMI Tala yang mendapat dukungan penuh dari Pemkab Tanah Laut dan DPRD Tala bisa di contoh bagi daerah lain yang mungkin gedungnya masih pinjam agar bisa membangun dan punya gedung sendiri,”kata Sekda.
Terhitung sejak 1 April 2019, seluruh aktivitas pelayanan di mulai di gedung baru PMI.
Sementara itu Ani salah seorang warga dari Desa Ujung Kecamatan Bati-Bati yang datang ke PMI untuk mengambilkan darah golongan golongan B bagi ibunya yang tengah sakit liper dan di rawat di RSU H.Boejasin Pelaihari menuturkan, selama hampir 1 pekan ibu sakit liper, maka di mintakan oleh pihak rumah sakit untuk ambil darah.
“Dalan satu kantong biayanya sebesar Rp 360 ribu, dan untuk keperluan darah ibu kandungnya yang tengah sakit di butuhkan 2 kantong darah golongan B,”kata Ani.
Harga sebesar Rp 360 ribu tersebut bagi pasien umum, namun bagi peserta BPJS, SKTM dan Jamkesda free. Dalam waktu yang tidak lama, gedung PMI Tanah Laut bakal di resmikan.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook