KESEHATAN

Daun Sayur Bolong Tanda Tak Gunakan Pestisida

INFOTANAHLAUT.COM-Rubahlah pola pikir anda,jika beli sayuran di pasar atau swalayan seperti Kangkung dan Bayam dalam kemasan atau tanpa kemasan,jika sayuran itu terlihat bagus,warnanya hijau tua,dan daunnya seperti gendang yang tidak sobek hingga membuat mata anda tertarik memandangnya dan anda pun membeli serta menyajikannya bersama keluarga di rumah,maka sejatinya anda menyajikan racun bagi keluarga anda sendiri.
Bayangkan oleh anda,mulus dan bagusnya sayuran tersebut adalah berkat pestisida. Ulat saja enggan mendekat apalagi memakannya,lantas apakah manusia dengan lahap memakannya meskipun kata anda sudah di cuci bersih.
Sejatinya,belilah sayuran yang daunnya justru terlihat bolong-bolong habis di makan ulat,atau warna batang sayur maupun warna daun tidak hijau tua,karena sayuran tersebut tidak menggunakan pestisida untuk racun atau mencegah hama seperti ulat memakannya.
Di kelola oleh kelompok tani (Poktan) Jakasuma Desa Telaga Kecamatan Pelaihari,pada tahap awal ini panen sayuran Kangkung dan Bayam. Hasil produksi sayur mereka sepintas pada fisik terlihat daun tidak terlihat mulus dan berlobang habis di makan ulat,warna hijaunya tidak terlalu hijau,itulah ia produksi tanaman sayur made in Jakasuma yang tidak menggunakan bahan kimia pada tanaman sayur dan yang pastinya aman di konsumsi manusia,tidak menimbulkan susfect (gejala) penyakit kanker.
Ketua Poktan Jakasuma Mahyudin,Jum’at (21/09/2018) pekan tadi saat panen Kangkung dan Bayam mengatakan,lahan negara yang terhampar di antara gunung-gunung di daerah Kelurahan Karang Taruna atau daerah Matah di manfaatkan tengah untuk pengembangan tanaman sayur tanpa pupuk kimia (non organik),yang juga sebagai salah satu atas adanya program desa organik dari Kementerian Pertanian (Kementan),dan Desa Telaga satu-satunya desa di Kabupaten Tanah Laut yang mendapatkan program dari Kementan tersebut.
“saat ini berusaha memproduksi hasil-hasil pertanian yang akan membuat masyarakat aman mengkonsumsinya,dalam artian menggunakan konsep organik yang bebas pestisida,”jelasnya.
Perilaku kaum ibu rumah tangga saat membeli dan memimilh sayur di pasar kecenderungan memilih sayur yang nampak memiliki warna yang cerah,dan daunnya mulus-mulus. Sangat jarang kaum ibu rumah tangga memilih sayur yang daunnya nampak bolong-bolong dan terlihat kurang segar,dan warna daun pun tidak terlalu hijau. Jadi untuk di ketahui bahwasannya sayuran yang segar terlihat,dan pada daun mulus itu lantaran menggunakan bahan kimia. Yang namanya ulat saja sudah pasti tidak bisa hidup di dalam batang sayuran Kangkung maupun Bayam, jelas Mahyudin pula.
Mahyudin menilai,yang menjadi dasar untuk merubah pola pikir masyarakat utamanya para ibu rumah tangga,logikanya bahan kimia adalah racun untuk hama seperti ulat,Serangga dan lainnya sehingga hama-hama pemakan daun ini pun enggan mendekat,tapi lantas kenapa manusia malah memakan sayuran yang sudah bertabur bahan kimia. Tidak terasa memang saat sekarang,tapi nanti pada usia tertentu bakal banyak penyakit dalam tubuh manusia yang akan keluar akibat terkonsumsi bahan kimia.
Produksi sayuran dari hasil pengelolaan Poktan Jakasuma memang masih belum banyak,dan pangsa pasarnya masih lokal Pelaihari,namum mereka bertujuan untuk menghasilkan produk-produk sayuran tanpa bahan kimia kepangsa pasar yang melebar lagi. Penggunaan pupuk pun menggunakan pupuk kompos dan pupuk kandang seperti ayam.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook