KECELAKAAN

Dendam Terpendam Dibalik Pembunuhan Sadis

INFOTANAHLAUT.COM-Simpang siur apa motif di balik pembunuhan sadis di sebuah langgar yang bernama Al Muhajirin Desa Sungai Cuka Rt 8/3 Kecamatan Kintap terjawab sudah. Pembunuhan sadis hingga pelaku memenggal kepala korban saat berada di dalam langgar Al Muhajirin dan menguburya di sebuah kebun karet yang tidak jauh dari lokasi kejadian itu di latar belakangi sebuah dendam antara keluarga korban dan pelaku yang sudah lama di pendam pelaku, demikian hal ini di sampaikan langsung oleh Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan, Selasa (17/1) sore kemarin di Polres Tanah Laut di hadapan sejumlah media cetak dan elektronik.

Kapolres menambahkan, kejadian yang melanggar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan ancaman kurungan selama 15 tahun penjara tersebut memang cukup menghebohkan warga, bahkan tiga orang anaknya dan isterinya sesaat setelah kejadian tersebut di amankan di Polsek Kintap dengan tujuan demi keamanan serangan warga maupun keluarga korban, selanjutnya keluarga pelaku di evakuasi ke Polres Tala untuk di mintai keterangan.

“Nasir selaku pelaku saat di lakukan pemeriksaan di unit Reskrim Polres Tala mengakui perbuatannya, dimana awalnya dengan adanya sejumlah barang bukti yang di sita sebagai petunjuk,” terang Kapolsek.

Untuk lebih mempermudah penyelidikan terhadap pelaku, pihak Polres akan mendatang Psikiater guna melihat kondisi kejiwaan pelaku.

Kapolsek menambahkan, saat pelaku melakukan aksinya, korban dalam kondisi tidur di langgar tersebut.

Ironisnya, antara pelaku dan korban sendiri masih ada keterkaitan hubungan keluarga, dimana isteri pelaku dengan isteri korban masih bersepupu.

Untuk kepentingan penyelidikan, langgar Al Muhajirin sementar waktu di pasang Police Line, dan terus melakukan koordinasi dengan pengurus langgar.

Sejumlah barang bukti seperti pisau panjang warna putih, baju kaos warna biru, sarung, dan tanaman yang terdapat bercak darah saat pelaku membawa kepala korban untuk di kuburnya di sebuah kebun karet, dan untuk pisau panjang warna putih itu di gunakan pelaku untuk melukai dan memotong kepala korban.

Isu yang beredar di masyarakat cukup beragam mengenai pembunuhan sadis tersebut, hingga cukup meresahkan warga setempat, akan tetapi pasca kejadian itu aparat desa dalam hal ini kepala desa Sungai Cuka Arjani setempat langsung meminta warga untuk tetap tenang, karena hal tersebut di tangani oleh aparat Polres Tala.

Kades Sungai Cuka Anjani saat berada di Polres Tala kepada Barito Post mengatakan, memang saat itu masyarakat tumpah ruah menuju TKP, namun pasca kejadian itu kami beserta aparat desa dan Kecamatan Kintap memberikan arahan dan menenangkan warga.

“Alhamdulillah kondisi desa kondusif, dan menghimbau kewarga bahwa masalah ini percayakan kepada aparat kepolisian yang menanganinya,”ungkapnya.

Terhadap pelaku maupun korban pada Senin (16/1) malam kemarin di evakuasi ke Pelaihari. Pelaku langsung di bawa ke Polres Tala, sementara korban di bawa ke kaamar mayat rumah sakit H Boejasin Pelaihari.

Pelaku sendiri saat berada di Polres Tala hanya mengenakan celana pendek warna merah dan nampa tertidur karena barangkali kelelahan, sementara di kamar mayat sejumlah sahabat maupun keluarga korban terlihat di kamar mayat.

Seperti di ketahui pelaku Nasir (45) warga Desa Sungai Cuka dan korban juga warga Desa Sungai Cuka Rt 9/3.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook