HUKUM

Desak Perusahaan Tak Panen Dikebun Plasma

INFOTANAHLAUT.COM- Sedikitnya puluhan orang warga dari Desa Kintapura Kecamatan Kintap yang juga sebagai petani plasma kelapa sawit, datang menggunakan armada roda empat, mendesak kepada PT. Pola Kahuripan Inti Sawit (PKIS) yang juga satu grup dengan PT.Indoraya (Makin Group) selaku perusahaan kelapa sawit untuk tidak melakukan aktivitas pemanen di kebun plasma perusahaan, Kamis (19/4).
Hal ini lantaran masih ada sejibun persoalan antara koperasi Bian Bersama yang merupakan wadah bagi warga selaku petani wasit plasma perusahaan sejak tahun 2001 lalu. Di tahun 2017 kemarin terjadi pergantian ketua koperasi, dan pola kerjasama antara koperasi dan perusahaan pun di ubah, yakni kebun plasma cukup lewat koperasi bukan lewat perusahaan, karena lewat koperasi akan bisa menjadi untung.
Persoalan menyangkut adanya beban utang koperasi ke perusahaan sebanyak Rp 10 milliar dan terus numpuk, karena selama selama kebun plasma masih di kelola perusahaan, terang Abdul Malik (Dawam) selaku wakil ketua koperasi Bina Bersama di dampingi Arman Sekretaris koperasi.
Ia menjelaskan, total yang ikut program plasma ada sebanyak 603 orang, dan dengan luasan lahan seluas1,1 ha, akan tetapi hasil yang di dapat Rp 300 ribu per tiap panen, dimana panennya 3 atau 4 bulan sekali.
“pendapatan jelaslah sangat sedikit dan warga berkeinginan mengelola plasma sawit sendiri,”ucap Dawam.
Warga pun menuju kantor perusahaan dan di terima langsung oleh General Manajer (GM) PKIS Rius Harino. Warga yang menuntut stop panen di kebun plasma sampai ada solusi.
Beberapa aparat dari Polsek Kintap terlihat siaga di sekitar kantor perusahaan yang melakukan pertemuan.
Tuntutan paling dasar yakni jangan melakuka panen di kebun plasma perusahaan sampai ada solusi.
GM PKIS Rius Harino pun menysetujuinya, dan meminta warga tak melakukan aktivitas di lahan plasma, selanjutnya tuntutan warga di teruskan ke pimpinan PKIS di pusat.
Dalam masa pertemuan warga mulai memanas, ada warga yang mencoba memukul tempat pertemun seperti kaca, namun dapat di tenangkan oleh warga lainnya.
Dari hasil pertemuan, Jum’at (27/4) pekan depan kedua belah pihak di rencanakan akan ada ada pertemuan lagi untuk mencari solusi atas tuntutan warga pengelola kebun plasma yang di serahkna ke koperasi, berharap ada keputusan saat pertemuan kelak, dan bisa hadir para pemutus dari perusahaan yang di ajukan Koperasi.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook