IPTEK

Dibawah 10 Hektar NOAA Tidak Bisa Deteksi Hot Spot

INFOTANAHLAUT.COM- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tanah Laut yang hampir terjadi setiap hari memasuki bulan Agustus ini khususnya di daerah yang merupakan lahan tidur dan terhampar rumput liar maupun di lokasi tanaman Bondong yang kerap terjadi kebakaran seperti di Kecamatan Bati-Bati,Tambang Ulang dan Kurau,serta sebagian di Kecamatan Bajuin masih belum bisa di tentunkan berapa jumlah titik api (Hot Spot) yang terdeteksi satelit NOAA.
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut Ir.Ahmad Rafiki di dampingi Kasi Perlindungan Yun Triswono,Senin (16/08/2018) mengatakan,diakui saat ini bukan terpantau lagi akan tetapi memang sudah kejadian kebakaran lahan.
Lebih lanjut di jelaskan,titik api akan terdeteksi satelit NOAA jika kebakaran lahan atau hutan mencapai luasan100 hektar,dan di Tala sendiri adanya sejumlah kebakaran lahan yang hampir setiap hari terjadi masih di bawah 10 hektar,sehingga belum bisa di katakan hot spot.
“Di Tala memang unik di bandingkanaa dengan areal lain yakni tiupan angin yang kencang,sehingga titik panas tidak terpantau satelit NOAA,dan kebakarannya terpencar-pencar,serta dari laporan bahwa satelit NOAA hampir satu bulan ini tidak membaca hot spot,”kata Rafiki.
Dalam kondisi kebakaran lahan maupun hutan KPH Tala selalu koordinasi dengan Manggala Agni yang memiliki 6 unit sarana dan prasarana yang memadai di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan. Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut.
Tidak hanya sebatas pemadaman, sosialsasi ke desa yang sekarang telah terbentuk Masyarakat Peduli Api (MPA), maka pengendalian dini oleh masyarakat terhadap kebakaran lahan menjadi garda terdepan sebelum pada akhirnya melapor ke KPH Tala,kata Rafiki pula.
Lantas apakah masing-masing pemadam kebakaran seperti milik Damkar Di Sat Pol PP maupun lainnya ada kewenangan mengatasi kebakaran ?
Rafiki menjelaskan,memang untuk pemadam dari Sat Pol PP melakukan pemadaman yang berada di luar kawasan hutan,namum hanya pada perkampungan,sementara untuk di hutan adalah KPH Tala,Manggala Agni dan BPBD,akan tetapi bicara soal pemadaman api kerja keroyokan saja dan saling koordinasi,sehingga tidak perlu harus terpaku pada kewenangan,tapi lebih untuk pemadaman kebakaran hutan maupun lahan,tutupnya.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook