PEMKAB TALA

Dicap Biang Penyakit, Pajaknya Ternyata Besar

INFOTANAHLAUT.COM- Rokok, memang sebuah benda yang sudah di cap sebagai biangnya penyakit akan tetapi rokok ternyata memiliki andil besar bagi pemasukan daerah, khusunya pajak bagi kas daerah Kabupaten Tanah Laut.
Pajak rokok yang masuk bersama dalam 4 pos lainnya sebagai bagi hasil pajak provinsi Kalsel lainnya seperti bagi hasil dari pajak kendaraan bermotor, bagi hasil pajak bea balik nama kendaraan bermotor, dan dari bagi hasil pajak air permukaan, ternyata di target pajak rokok sebesar Rp 11.364.118,107, sudah bisa terealisasi sebesar Rp 2.331.278.243 atau 20, 51 persen, sehingga masih ada tersisa target sebesar Rp 9.032.839.864. Data tersebut sampai pada per 1 Januari sampai 9 Mei 2018.
Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (BPAD) di unit penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) Tala Sugian Noor, Rabu (16/5) mengatakan, seperti halnya Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya untuk pajak rokok pada penggunaannya hal itu di topang dari adanya Peraturan Gubernur (Pergub), dan penggunaannya pun yang berhubungan langsung dengan kesehatan. Penggunaan pajak dari pajak rokok sendiri sebesar 50 persen, namun dengan syarat sudah ada Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Penerimaan pajak rokok sendiri berada di urutan ke 4 dari penerimaan lain yang masuk dalam dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah.
“rokok memang menjadi sumber penyakit, tapi jangan lupa pula bahwa orang di Pelaihari yang merokok ternyata juga bisa memberikan nilai pajak yang mencapai miliaran rupiah, bukan lantas mengajak orang untuk merokok, soal merokok atau tidak itu tergantung dari masing-masing individu,” tutup Sugian Noor.
Tercatat, sampai pada per 9 Mei 2018, saldo kas daerah sebesar Rp 217.178.032.462. Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook