PUBLIK

Diduga Ada Kepentingan Tambang Bara, HGU Pun Dirusak

INFOTANAHLAUT.COM- Lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT.Lunix Anugerah yang merupakan grup dari PT.Candi Artha sebuah perusahaan kelapa sawit seluas setengah hektar yang berada di Desa Sabuhur Kecamatan Batu Ampar di rusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pengrusakan lahan yang sudah di tanami kelapa sawit usia produktif sejak tanam 2010 lalu itu pun saatnya panen, dan ada sebanyak 70 pohon yang di rusak dengan menggunakan alat berat.
Akibat adanya aksi pengrusakan lahan tersebut, segenap karyawan PT. Lunix Anugerah pun melakukan penjagaan di lokasi rusaknya lahan yang berada di blok H 13. Para karyawan yang melakukan penjagaan ini sebagai bentuk solidaritas untuk menjaga aset perusahaan.
Penjagaan aset lahan oleh karyawan perusahaan itu dilakukan pergantian dua shif siang dan malam. Shif pertama sebanyak 50 sampai 60 orang yang sudah termasuk security perusahaan, bahkan karyawan harus mendirikan tenda di lokasi lahan yang di rusak tersebut.
Menurut Saipul humas PT. Lunix Anugerah, Kamis (7/9) dalam keterangannya di lokasi pengrusakan mengatakan, ada dua alat yang masuk yakni greder dan excavator masuk ke lahan yang merusak tanaman sawit pada Rabu (6/9) sekitar pukul 17.00 wita, dan selama kurang lebih setengah jam karyawan beserta security dapat menghalau kedua alat berat itu keluar dari lokasi lahan HGU.
“pasca itu berkelanjutan, pagi harinya alat berat ingin kembali masuk, tapi sudah di jaga oleh karyawan dengan jumlah yang lebih banyak lagi, untuk mencegah alat itu kembali masuk, maka di jalur yang di lalui alat tersebut pun di buatkan parit dengan tujuan agar alat tidak bisa masuk kembali,” ungkapnya.
Sementara itu General Manager (GM) PT. Lunix Anugerah Rudi.S di konfirmasi soal pengrusakan lahan HGU ini membenarkan.
Efek dari perusahaan jelas ada, dimana seharusnya karyawan panen melakukan panen, maka mereka di drop untuk ikut melakukan penjagaan.
“Dilokasi lahan yang di rusak tersebut mampu panen kelapa sawit sampai 100 ton, dan di lokasi tersebut acap kali memang sering di ganggu,” terangnya.
Secara legalitas PT. Lunix memiliki kepemilikan dokumen yang sah. Adanya putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin, yakni Surat Keputusan Berkekuatan Hukum Tetap (Inkracht) nomor W2.TUN3/861/HK.06/VIII/2017, karena dulunya pernah sampai ke PTUN atas adanya guguatan oleh perorangan. Dalam sidang di menangkan, dan dalam banding juga kalah, maka lahirlah keputusan inkracht tersebut, karena di nilai tidak ada upaya hukum lagi dari pihak yang kalah dalam perkara. Namun entah kenapa, oleh pihak yang bersengketa dengan PT. Lunix Anugerah tersebut di duga mengabaikan putusan hukum tetap tersebut.
Rudi menambahkan, atas adanya pengrusakan lahan tersebut sudah di laporkan ke pihak yang berwajib, namun laporan yang di sampaikan selalu stagnan termasuk di pidanakan juga stagnan, entah kenapa sampai begitu, dan saat sekarang mencoba bertahan sendiri saja, dan dalam kurun yang tidak di tentukan jika kondisinya terus demikian, atau ada ancaman untuk masuk kembali alat berat ke lahan HGU, keluhnya.
Kondisi dilokasi yang di rusak itu pun cukup memanas, dan menjadi atensi dari Danpos TNI AD Batu Ampar. Maka oleh Danpos Batu Ampar Peltu Sudaryono menempatkan beberapa personil Babinsa terdekat untuk berada di lokasi di maksud agar jangan sampai terjadi gesekan antara keperusahaan dan pihak lain yang mencoba masuk dan merusak lahan HGU.
Informasi di himpun menyebutkan, masuknya alat berat yang merusak HGU kelapa sawit tersebut adalah perorangan, dan pengrusakan lahan dengan menggunakan alat berat itu di duga ada kepentingannya dengan tambang batu bara.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook