PUBLIK

Diduga Istri Baru,Istri Tua Pergoki Keduanya

INFOTANAHLAUT.COM-Figur kepala desa sejatinya menjadi panutan bagi warganya,namun apa jadinya jika istri tua memergoki kades sang suaminya tengah berduan bersama istri barunya,dan memergoki sang suaminya itu pun di rumah yang di diami mereka. Akan tetapi malah oknum kades ini di duga melakukan penganiayaan kepada istri tuanya. Nekad memang yang dilakukan oleh sang oknum kades di Kecamatan Kurau ini. Dari Informasi lain menyebutkan memang hal itu di di duga di picu oleh orang ke tiga. Masalah karena suami beristri lagi dan istri tua memergoki istri baru tidak terima mereka ada di rumah apalagi ada tinggal pula orang tua dari kades.
Otomatis korban dalam hal ini istri tua kades marah,akan tetapi malah oleh kades berbalik arah marah-marah kepada istri tuanya dan di duga melakukan pemukulan.Pada bagian mata kanan pun memar plus tidak bisa melihat,dan merasakan sakit di perut,padahal istri tua tengah hamil 4 bulan.
Kejadian pemergokan istri tua tersbut terjadi pada hari Selasa (28/08/208) kemarin sekitar pukul 15.00 wita.
Istri tua kades pun oleh pihak keluarga di bawa ke rumah sakit H.Boejasin Pelaihari guna perawatan pasca dugaan aksi pemukulan oleh kades suaminya dan keluarga istri tua pun melaporkan perbuatan kades suaminya ke Polrea Tala.
Laporan dugaan penganiayaan itu pun akhirnya sampai ke Dinas Pengendalian Penduduk,Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) Tala.
Kepala DP2KBP3A Luffiati Uyun,Rabu (29/08/2018) mengatakan,pihaknya bersama Polres Tala pada bidang Perlindungan Perempuan Anak (PPA) saling berkoordinasi.
“langkah mediasi tentunya yang dilakukan,baik kepada keluarga korban maupun pelaku,disamping juga kepada SKPD terkait karena pelaku adalah kepala desa,”kata Lutffia Uyun.
Di tempat yang sama,Nelly Ariani kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) pada DP2KBP3A Tala mengatakan,setelah dilakukan kunjungan langsung kepada korban di rumah sakit menyebutkan kalau pada awalnya korban di bawa ke Puskesmas Kurau,namun karena pertimbangan tengah hamil dan di takutkan terjadi hal-hal lain maka di rujuk ke rumah sakit H.Boejasin Pelaihari.
“Korban mengeluhkan kesakitan di perut awalnya,namun setelah di periksa dokter kandungan tidak terjadi apa -apa,denyut nadi bayi juga normal,”kata Nelly.
Langkah selanjutnya terang Nelly dilakukan penanganan dengan memberikan penguatan psikologis artinya untuk tetap memberikan rasa tenang,sabar dan berusaha untuk tidak terlalu menguat rasa takut,teriak-teriak apalagi dalam kondisi tengah hamil. Langkah lainnya memberikan waktu kepada korban berembuk dengan keluarga,karena keputusan yang diambil saat emosi jelas akan tidak baik.
Apakah ini merupakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ?
Menurur Nelly untuk melihat kearah itu jelas memerlukan proses. Kalau di teruskan ke jalur hukum,maka akan terjadi keretakan rumah tangga.
Korban sudah punya anak 2 orang dan yang tengah di kandungnya,yang menjadi pertimbangan apakah ada Surat Nikah dan Kartu Kekuarga (KK) dengan istri tuanya, sebab kalau buku nikah ada maka bisa dilakukan ke arah KDRT.
Bidang Perlindungan Anak juga secara perlahan melakukan pendekatan kepada kedua anak korban yang melihat langsung terjadinya aksi dugaan pemukulan tersebut. Langkah Konseling terhadap kedua anaknya merupakan hal penting untuk mengetahui asal muasal kejadian tersebut.Tung

1
16%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
16%
sad
4
66%
angry

Komentar Facebook