PEMERINTAHAN

Dinilai Arogan, Tuntut Kabag Hukum Diganti

INFOTANAHLAUT.COM-Kurang lebih 10 orang yang mengenakan pakaian warna biru putih, sebagian pakai baju kaos biasa melakukan aksi unjuk rasa, Senin (20/3)di teras tangga yang menuju masuk ruang kerja bupati Tala. Suasana macam ini memang lama tidak terlihat, khsusunya di kantor bupati Tala yang di datangi pengunjuk rasa. Biasanya pengunjuk rasa lebih cenderung ke kantor DPRD Tala yang berada di depan kantor bupati Tala.

Mereka yang terdiri dari kamu muda tersebut adalah pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tanah Laut yang melakukan aksi unjuk rasa di kantor bupati Tala sambil membawa spanduk bertuliskan “Ganti Kabag Hukum Setda”.

Dalam aksinya, pemuda KNPI Tala ini menilai bahwa Kepala Bagian (Kabag) Hukum yang bernama Kaisar Muslim di nilai arogan dan tidak berpihak kepada pemuda, khusunya menyangkut aturan atas dana hibah ke KNPI Tala dan harus di ganti orangnya. Mereka menilai tidak ada upaya untuk memperjuangkan dana hibah KNPI, atau tidak ada kebijaksanaan sedikitpun agar kegiatan organisasi berjalan.

koordinator aksi Sahruji Padilah mengatakan, selama kurun waktu 4 tahun ini KNPI Tala tidak mendapatkan dana dari Pemkab Tanah Laut dalam bentuk hibah, beda dengan masa kepemimpinan sebelumnya dana tersebut begitu mudah di cairkan.

“kami konsulasi kebagian hukum, malah jawab bagian hukum tidak memuaskan, dan tidak membela pemuda. Contohnya ketika kami membandingkan dengan daerah lain termasuk dari KNPI Provinsi Kalsel, dana hibah bisa di gelontorkan ke KNPI, namun beda dengan di Tanah Laut, justru kabag hukumnya bersuara “silakan bagi daerah lain”,”ungkap Sahruji.

Keinginan kuat bagi KNPI untuk bisa bertemu dengan kabag hukum pun bahkan harus terhalang, oleh anggota Sat Pol PP Tala yang sudah pagar betis dari bagian atas anak tangga hingga sampai bawah pun begitu rapat.

Aksi dorong mendorong sempat terjadi, namun tidak sampai terjadi bentrok fisik antara pengunjuk rasa dengan Sat Pol PP.

Sejumlah kepala dinas dan PNS lainnya yang berada di kantor bupati saat itu pun menyaksikan aksi unjuk rasa, di samping pada hari itu sejatinya dilakukan pertemuan rutin kepala dinas dan pimpinan atau biasa di sebut coffe morning. Namun karena ada aksi, pelaksanaan coffe morning pun jadi tertunda sesaat.

Selang beberpa saat, Plt Sekda Syahrian Nurdin pun menemui pengunjuk rasa. Syahrian yang turun tangga saat itu bahkan sempat di teriyaki “kami butuh wajah kabag hukum”.

Namun Syahrian menenangkan dan sedikit memberikan penjelasan kepada pengunjuk rasa, lagi-lagi pengunjuk rasa tetap menginginkan di hadirkan kabag hukum.

“ini sebenarnya multi tapsir menyangkut hibah, karena di satu sisi kami juga harus berhati-hati dalam mengeluarkan anggaran hibah, jangan malah berurusan dengan hukum setelahnya,”kata Syahrian.

Keinginan pengunjuk rasa tetap minta di hadirkan sang kabag hukum Kaisar Muslim. Mereka sangat memahami kalau Plt Sekda Syahrian Nurdin sudah pasti mendukung kepemudaan, tapi mereka hanya ingin melihat sang kabag hukum datang menemui. Tak berapa lama kabag hukum pun turun tangga dan langsung pegang micropon untuk menjelaskan.

Masalah anggaran, apalagi itu bentuknya hibah tidak sembarangan untuk di cairkan, bukan lantas tidak mendukung kepemudaan, hanya perlu kehati-hatian dalam penggunaan duit raakyat. Langkah selanjutnya jelaslah melakunan koordinasi dan konfirmasi kebagian biro hukum menteri dalam negeri.

“salah dalam mengeluarkan anggaran dan tidak sesuai  prosedur, maka kami-kami di birokrat akan bersentuhan dengan hukum, itu makanya sebelum dana hibah cari dilakukan koordinasi dan konfirmasi ke mendagri,” beber Kaisar.

Tapi kenapa tidak kemarin-kemarin, sementara daerah lain bisa cair, dan kegiatan kami jadi ikut tersendat, sahut pegunjuk rasa.

Usaha penjelasan Kaisar sang kabag hukum pun belum memuaskan pengunjuk rasa, akhirnya 5 orang perwakilan pengunjuk rasa pun masuk ke ruang kerja Plt Sekda yang besebelahan dengan ruang kerja bupati Tala. Di ruang kerja itu nampak pula kepala dinas pemuda dan olahraga M.Noor.

Dari hasil pertemuan di sepakati, bahwa dinas pemuda dan olahraga bersama KNPI Tala berangkat ke provinsi Kalsel ke bagian biro hukum, dan di lanjutkan ke biro hukum Mendagri untuk konsultasi dan konfirmasi.

Dana hibah yang menjadi aspirasi pengunjuk rasa ini sendiri senilai Rp 1,2 milliar. Lantaran tidak cair, maka selama 4 bulan KNPI tidak bisa menjalankan kegiatan.

Pengunjuk rasa pun membubarkan diri dengan tertib setelah sebelumnya juga mendapat pengamanan dari aparat dari Polres Tala.baz

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook