PUBLIK

Dirasakan Tetap Basah Dan Mirip Halte

INFOTANAHLAUT.COM- Tenda penutup para rombong pedagang di kawasan taman Kijang Kencana Pelaihari (depan rumdin wakil bupati Tala), di nilai masih tidak berfungsi penuh sebagai pelindung para pedagang. Terlebih saat hujan akan turun yang di sertai tiupan angin, dapat di pastikan para pedagang pun harus ekstra melipat payung ukuran besar karena terpaan angin, atau menurunkan payung agar para pembeli yang ada saat itu tidak basah kuyup oleh hujan, belum lagi kondisi air hujan membasahi barang dagangan pedagang kendati telah ada tenda memanjang di atas rombong pedagang.
Bahkan oleh pedagang menilainya sama persis dengan sebuah halte yang cocok untuk tenda tersebut. Hanya dengan lebar 2 meter, dapat di pastikan jika hujan, maka seluruh barang dagangan pun menjadi basah kuyup.
Tenda yang memanjang sejauh kurang lebih 62 meter tersebut, jika seandainya panjang terpalnya selebar 6 meter, maka barang dagangan pedagang akan benar-benar terhindar dari siraman air hujan. Akan tetapi hanya 2 meter saja lebarnya, sama saja halnya tidak memiliki tempat bernaung.
Ketua persatuan pedagang taman Kijang Kencana Pelaihari Jauhari Alamsyah, Rabu (31/1) mengungkapkan rasa keherananya.
Menurutnya, ada beberapa kali rapat antara pedagang dengan SKPD terkait dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala, dan dalam rapat di sepakati bahwa lebar tenda adalah 6 meter, dan jika lebar tenda 8 meter maka pedagang tidak akan lagi menggunakan payung ukuran besar karena jelas sampai kebelakang rombong.
“kami berteima kasih dengan perhatian Pemkab terhadap pedagang di kawasan taman ini, tapi juga bingung, kenapa malah hanya 2 meter lebar tenda di pasang, tidak sesuai dengan kesepakatan rapat bersama,” ungkapnya.
Menurutnya pula, di janjikan lantai di bawah meja di ganti, entah di ganti dengan apa, namun nyatanya tidak di ganti dan tetap yang ada yakni beralaskan bata pres segi empat.
Idealnya kemarin itu antara pemegang kebijakan pelaksana pengerjaan tenda berkoordinasi dengan pedagang, sehingga jelas spesipikasi yang di butuhkan pedagang agar benar-benar melindungi di kala hujan turun, dan jumlah pedagang di sini hanya sebanyak 30 orang, tambahnya.
Infromasi mengenai keberaddaan tenda pedagang ini sendiri memang telah menjadi keinginan bupati di konsep sedemikian rupa, dengan maksud tidak permanen tapi bersifat buka dan bersih saat tutup jam tayang. Jikalau di buat permanen maka di takutkan akan terlihat kumuh, sementara letaknya di sebuah taman.
Kabar lain terdengar juga bahwa keberadaan para lapak jualan atau rombong pedagang akan di buat seragam bangunannya.
Kepala dinas koperasi, usaha kecil dan perdagangan Tala M.Raffiki Effendi di konfirmasi kemarin mengatakan, untuk kerapian dan kenyamanan memang ada pemikiran untuk di seragamkan pada gerobak jualan.
“usulan sudah ke Kementerian Perdagangan, dan yang sudah di penuhi kemarin gerobak PKL di Pasar Lama,” ucapnya.
Menurutnya pula, memang PKL tidak semata hanya di wilayah kota saja, pemikiran juga ke PKL yang ada di kecamatan. Tujuan penyeragaman tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian UMKM, apalagi Tala merupakan daerah tujuan wisata, dimana keseragaman tersebut membuat daya tarik orang selain ke wisata sebelum berangkat atau sepulangnya untuk menikmati sajian makan dan menikmati taman di tengah kota.
Namun diakui, di taman Kijang Kencana masih belum ada sarana toilet portable, dan keluhan toilet sendiri secara perlahan akan di lengkapi oleh Pemkab Tanah Laut.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook