KESEHATAN

Dirut Akui Beroperasional Ditengah Kekurangan

INFOTANAHLAUT.COM-Sejak beroperasinya RSUD H.Boejasin di Kelurahan Sarang Halang yang di bangun dari APBD Tala sebesar Rp 300 milliar rupiah lebih di atas lahan hibah PT.Perintis Embee seluas 10 hektar,terhitung sudah 3 hari ini antusias masyarakat untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan sangat besar. Namun diakui pihak rumah sakit masih banyak PR terhadap kekurangan pada rumah sakit terbesar di kabupaten kota di Kalsel ini.
Dirut RSUD H.Boejasin Isna Farida,Senin (9/12) mengutarakan,tahapan segala persiapan sudah dilakukan dari seminggu yang lalu. Dan diakui permasalahan yang mendasar ada 2 yakni listrik dan air. Beberapa barang yang menyangkut kelistrikan yang hilang kemarin perlahan mulai di ganti,karena kelistrikan sangat berkaitan dengan air,dan saat ini kelistrikan dalam proses penyelsaian panel-panel yang hilang tersebut.
Ia menambahkan,sementara kemarin sempat ramai di medos kalau ada kebocoran saat hujan turun,sebenarnya kebocoran itu berada di beberapa pipa distribusi air,dan saat sekarang kerjasama dengan PDAM, karena ada 2 ukuran pipa yakni 0,25 sampai 2 inci yang sebagian tidak ada di Banjarmasin dan pesan di Surabaya.
Tidak itu saja terang Isna,pada toliet yang menjadi keluhan tidak bisa di gunakan karena mampet,maka setelah di cek ternyata pada saluran pembuangan yang tertimbun tanah,dan sudah pula di bersihkan.
Mendesak memang untuk air. Distribusi air ke ruangan yang diakui masih ada yang bocor,dan semua pelan-pelan di benahi.
Di jelaskan pula menyangkut 2 buah lift yang belum di fungsikan karena dilakukan penurunan daya listrik,sehingga lift belum bisa. Kalau nanti lift di fungsikan,maka khusus di wajibkan bagi pasien saja,sementara untuk karyawan cukup naik lewat tangga.
“Hal urgen memang listrik dan air,ruang rawat inap inshaa allah dalam 2 atau 4 hari kedepan sudah siap. Sementara rawat inap masih menggunakan di rumah sakit lama,”jelasnya.
Sejatinya RSUD H.Boejasin ini akan di resmikan bupati Tala H.Sukamta pada tanggal 9 Desember,akan tetapi di mundurkan waktunya pada tanggal 14 Desember,mengingat bupati masih menghadiri peringatan hari anti korupsi di Jakarta.
Isna kembali mengatakan,berharap masyarakat tetap percayakan pelayanan kesehatan di rumah sakit ini,beberapa hal memang belum bisa di penuhi,tapi semua itu semaksimal mungkin di benahi.
Sementara saat di singgung perlunya rambu penunjuk keberadaan RSUD H.Boejasin yang belum ada tanpa plang di jalan raya,menurut Isna memang hal itu juga sangat vital,dan soal ini pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Tala untuk sementara waktu di pasang traffic cone. Namun lagi-lagi dari 15 buah yang di pasang 1 rusak dan 2 hilang.
Kedepan di pasang warning light, dan perlu baliho besi ukuran 10 m yang sudah di persiapkan.
“Bukan hal yang mudah memang untuk pindah,tapi kalau tidak sekarang kapan lagi,dan semua di butuhkan penyempurnaan pelan-pelan,”tutup Isna.
Antusias warga yang datang ke rumah sakit dari laporan menunjukkan,terhitung 3 hari beroperasi sampai tanggal 9 Desember 2019 kunjungan rawat jalan sebanyak 250 kunjungan.Tung

0
0%
like
0
0%
love
3
75%
haha
0
0%
wow
1
25%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook