PUBLIK

Dishub Ambil Alih Kelola Parkir

INFOTANAHLAUT.COM-Adanya keluhan masyarakat terhadap pungutan parkir di Pasar Tapandang Berseri Pelaihari,dimana setiap kali memarkirkan sepeda motor di depan toko di pungut Rp 2.000,kemudian jika barang yang di cari tidak ada dan pindah ke toko lain,juga di pungut parkir Rp 2.000 yang tanpa di sertai karcis parkir,padahal masih dalam komplek pasar.
Melihat gejala yang memang sudah lama terjadi itu,tidak ada urusan lagi Dinas Perhubungan mengambil alih urusan parkir tersebut,dan menghentikan pungutan parkir-parkir yang di nilai liar itu.
Rabu (8/1),Dinas Perhubungan yang di back up Sat Pol PP dan Damkar, Kodim 1009 Pelaihari dan Polres Tala melakukan penertiban terhadap pungutan parkir-parkir liar tersebut di pasar Tapandang Berseri.
Dalam operasi penertiban yang di pimpin langsung Gentry Yulianto Kadis Perhubungan Tala,mendapat respon positif dari para pemilik toko-toko di pasar.
Saat penyisiran ke lokasi parkir-parkir kendaraan roda 2,karuan saja para oknum-oknum pemungut parkir liar pun tidak berkutik,dan dengan tegas di mintakan untuk tidak memungut lagi saat pembeli meletakan motornya di depan toko.
Kadishub Tala Gentry Yulianto mengungkapkan,karena pada tanggal 31 Desember 2019 lalu kontraknya habis yang di pihak ketigakan masalah parkir,maka selanjutnya di kelola oleh Dishub sendiri sesuai dengan tupoksinya yang mana tujuannya untuk peningkatan PAD.
“Pola bayar parkir yakni cukup satu pintu saja,cukup 1 kali saja bayar parkir saat masuk di pintu masuk pasar depan Polres atau di Plaza Bajuin, dan tidak ada lagi bayar parkir di depan toko,dan dalam setiap harinya di pasang petugas secara bergantian,”ucapnya.
Sesuai dengan Perda Parkir,untuk kendaraan roda 2 Rp 1.000 dan roda 4 Rp 2.000.
Efek keseringan bayar parkir saat memarkirkan kendaraan roda dua di depan toko memang terasa bagi pemilik toko-toko.
Di utarakan Anang Kurnia pemilik toko peralatan olahraga dan musik di pasar itu mengungkapkan,langkah di ambil Dishub ini sangar luar biasa dan di dukung penuh karena sebelum dilakukan penertiban dan dengan pola 1 pintu ini,berimbas pada sepinya dagangan.
Ia mencontohkan,saat mau beli tali senar gitar seharga Rp 1.000,lalu jadi bertambah Rp 3.000 karena ada parkirnya Rp 2.000,terlebih kalau tali gitarnya tidak ada tetap bayar Rp 2.000 juga.
“Akhirnya mencari barang di luar pasar,karena males lantaran sedikit-sedikit bayar parkir,jadi inilah pemicu sepinya dagangan,”ungkapnya.
Anang juga memberikan saran,bahwa masih ada lahan kosong dekat pagar tembok Bank Kalsel,jika seumpama itu di buat khusus lahan parkir sepeda motor seperti daerah lain,maka pasar akan rapi dan tidak ada hilir mudik kendaraan roda dua di dalam pasar,cukup berjalan kaki dari satu toko ke toko yang lainnya,tutupnya.Tung

17
77%
like
3
13%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
2
9%
angry

Komentar Facebook