PERTANIAN & BUDIDAYA

Distanholbun Terus Sokong Komoditi Jagung

INFOTANAHLAUT.COM-Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanholbun) Tala Achmad Mustahdi, Senin (26/8) mengatakan, sektor perkebunan seperti komoditas jagung terus di sokong, pasalnya sektor ini menjanjikan peningkatan bagi petani.
Di jelaskan Mustahdi, jagung dari petani Tala memang hanya bisa 30 persen memenuhi kebutuhan pabrik.
Sementara pabrik butuh jagung 30 ribu ton untuk 1 alat (Silo) dari 7 yang mereka miliki yakni PT. Comfeed salah satunya pabrik pengolahan jagung.
“Wajar saja kalau perusahaan mendatangkan jagung dari luar. Jagung dari petani Tala dalam bentuk kering berapa pun pasti di beli perusahaan. Pola baru di petani di Tala dalam hal mengeringkan jagung, yakni dengan cara di biarkan pada tanaman atau tidak di petik, dan dengan lama waktu seminggu sampai terlihat kering atau dalam istilah lain pengeringan secara alami, maka jagung pun di petik. Jagung sendiri mampu selama 6 bulan bisa di simpan dalam gudang. Pada saat puncak harga bisa untung Rp 1.000 dalam 1 ton, petani sudah mengalami keuntungan,”papar Mustahdi.
Saat sekarang harga jagung Rp 3.000 per kilo dalam bentuk basah, dan dalam bentuk kering bisa sampai Rp 5.000 per kilonya.
Mustahdi menambahkan, jagung-jagung dari kabupaten tetangga seperti Tanah Bumbu, Kotabaru bahkan dari Barito Kuala pun jual jagungnya ke Tala, karena tidak ada pabriknya.
Pengembangan sebaran tanaman jagung terus di upayakan Distanholbun Tala ke wilayah Kecamatan Bati2-Bati, Tambang Ulang, Kurau, Bajuin dengan pola dalam setahun 2 kali tanam.
“Sektor pertanian menjanjikan, Sumber Daya Alam (SDA) pertanian yang cepat dapat di kelola kembali, meningkatkan ekonomi Tala justru di sektor pertanian. Kalau tambang hanya pada orang-orang tertentu saja, bahkan data statistik 67 persen banyak sektor pertanian di Tala. Distanholbun selalu mendorong masyarakat, fasilitas di siapkan dinas, yang penting ada sumber air, karena menyangkut pompa air,”paparnya.
Berkembangnya sektor pertanian dapat di lihat pada setiap malam hari di halaman Plaza Bajuin sebagai tempat terjadinya bongkar muat bahan sayur-sayuran dan buah.
Aktivitas bongkar muat para pedagang yang menggunakan mobil pick up, terlihat tumpukan buah maupun sayur dalam karung sekligus terjadi transaksi jual beli.
Pemkab Tala melalui Distanholbun kini terus mengembangkan komoditi jagung. Lahan seluas 33 ha yang di siapkan sebagai salah satu pengembangan jagung dari program jagung nasional, dan untuk Kalsel cuma Kabupaten Tanah Laut yang di plot mendapatkan program dari Kementerian Perkebunan RI tersebut.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook