PUBLIK

DPO Rp 140 Juta APBDes Tertangkap Dikamar Rumah

INFOTANAHLAUT.COM- Setelah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap mantan Pejabat Sementara (Pjs) atas nama Ideris alias Diris mantan Pjs Kepala Desa Persiapan Simpang Empat Sungai Baru Kecamatan Jorong, akhirnya berhasil di tangkap setelah pihak Intelijen dari Kejaksaan Agung RI berhasil mengamankan terpidana pelaku tindak pidana korupsi (Tipidkor), Kamis (22/2).
Untuk kelancaran penangkapan terpidana di rumahnya di Desa Simpang Empat Sungai Baru, pihak Intel Kejagung juga di back up Intel Kejaksaan Tinggi Kalsel, dan tim Intel Kejari Pelaihari serta dari Kodim 1009 Pelaihari.
Penangkapan Diris ini berdasarkan dari adanya putusan Pengadilan Tipidkor pada Pengadilan Negeri Kelas 1 A Banjarmasin, tanggal 07 Desember 2015 Nomor: 33/pid.Sus-Tipikor/2015/PN atas nama Terpidana Ideris Bin Ibrahim yang telah di nyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah di ubah dan di tambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun.
Kasus ini mencuat, berawal dari penyalahgunaan wewenang Pejabat Sementara (Pjs) sebagai Kades Persiapan Simpang Sungai Baru pada tahun 2013 lalu. Adanya kesalahan di APBDes dari tahun 2011 hingga 2013 mengalami kerugian sebesar Rp140 juta.
Di konfirmasi ke Plh Kejaksaan Negeri Pelaihari Teguh Imanto membenarkan atas jajarannya yan di bantu Kejati Kalsel dan Kejagung RI serta unit Kodim 1009 Pelaihari untuk melakukan penangkapan DPO Tipidkor, setelah adanya putusan pengadilan pada tahun 2015.
“Tim kejagung yang melakukan penangkapn lebih dari dua orang,”katannya.
Sementara itu, Kasie Intel Kejari Pelaihari Stirman Eka menambahkan, penangkapan terpidana ini menggunakan peralatan yang di miliki Kejagung, dengan cara melalui sinyal dari telepon seluler milik pelaku.
“penentuan koordinat sudah cocok, maka kami langsung melakukan penangkapan di dalam kamar rumahnya,” jelas Eka.
Ideris pun saat dilakukan penangkapan, pasrah saja, walau sebelumnya mendapat pengakuan bohong dari pihak keluarga, jika yang bersangkutan tidak ada di dalam rumah.
Ideris terpidana itu kini di tahan ke Lembaga Permasyarakatan Pelaihari, untuk dapat menjalani hukuman yang sudah di putuskan pengadilan selama 1 tahun penjara.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook