PUBLIK

Dua Desa Diserang Angin Berputar

INFOTANAHLAUT.COM- Dua desa, Kamis (11/1) di serang angin berputar atau biasa di sebut angin puting beliung. Serangan angin berputar ini terjadi di Desa Tabanio Rt 4 Kecamatan Takisung dan Desa Bawah Layung Rt 4 di Kecamatan Kurau. Serangan angin berputar ini terjadi dalam waktu yang berbeda kendati dalam hari yang sama.
Awan tebal menyelimuti kota Pelaihari, dan di sertai dengan turunnya hujan yang cukup deras. Namun, turunnya hujan di wilayah kota, ternyata membawa musibah di wilayah Kecamatan Takisung tepatnya di Desa Tabanio Rt 4, hujan yang turun di wilayah tersebut di sertai dengan angin berputar atau angin puting beliung, sehingga merusak 3 buah rumah warga setempat.
Sekitar pukul 12.00 wita hujan yang di sertai angin berputar itu merusak 3 buah rumah di Desa Tabanio Rt 4 Kecamatan Takisung. Desa Tabanio sendiri merupakan perkampungan nelayan. Akan tetapi kerusakan rumah hanya rusak ringan.
Informasi di himpun dari relawan Respon Cepat RC 113 Tanah Laut menyebutkan, saat siang memang seluruh wilayah di Desa Tabanio di siram hujan, begitu pula sampai wilayah kota Pelaihari hujan juga turun, akan tetapi hujan di Desa Tabanio tersebut ternyata di sertai pula oleh hembusan angin yang cukup kencang, al hasil 3 rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dari seng.
Adapun 3 buah rumah yang rusak dalam musibah angin berputar tersebut yakni rumah Musidi (56), Aini (58) dan Hj Nor Ahya (59).
Kepala Desa Tabanio Yusdiansyah saat di konfirmasi membenarkan atas kondisi demikian.
Kades Tabanio mengatakan, memang kerusakan rumah itu rata-rata hanya pada bagian atapnya.
“memang untuk hujannya sendiri sudah turun sejak malam, namun tidak ada di sertai angin, dan pada hujan yang turun pada siang itulah yang di sertai dengan angin kencang. Tidak kurang dari 5 menit angin puting beliung bertiup dan merusak ke 3 buah rumah tersebut, dan musibah ini sudah di laporkan ke pihak Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” terangnya.
Ia menambahkan, untuk bantuan yang mungkin sangat mendesak adalah penutup rumah atap tersebut, karena yang rusak hanya pada bagian atapnya saja.
Kerusakan 3 buah rumah akibat angin berputar itu pun di respon oleh Camat Takisung Adi Wibowo.
“bantuan berupa sembako di berikan 1 paket per rumah, dan memang kerusakan pada rumah korban hanya mengalami rusak ringan,” jelasnya yang saat itu sedang menuju lokasi kerusakan rumah warganya sambil membawa sembako.
Atas musibah ini, Sekrataris Daerah (Sekda) Tala Drs.Syahrian Nurdin pun telah mengetahuinya.
“inshaa allah bersama-sama pihak BPBD, Dinas Sosial dan PMI Tala besok harinya mendatangi lokasi, sambil menginventarisir apa-apa yang sekiranya bisa di berikan bantuan,”terang Sekda.
Sementara serangan angin berputar juga merusak rumah warga Kampung Lama atau yang sekarang di sebut Desa Bawah Layung Rt 4 di Kecamatan Kurau. Informasi di himpun menyebutkan, kejadian pada pagi antara pukul 04.00 wita sampai pukul 05.00 wita.
3 rumah pun porak poranda yakni rumah Hasbullah, Ardiansyah yang rumahnya dekat mesjid At Taqwa, dan Hairani.
Kerusakan paling parah terjadi di sebuah rumah yang kosong yang dulunya di gunakan untuk rumah kaum mesjid At Taqwa.
Pada bagian atap sebelah kiri seluruhnya terangkat. Mesjid At Taqwa pun ikut terkena imbas angin berputar ini akan tetapi hanya sedikit saja atap seng metal berwarna biru itu terbuka.
Menurut H Ani pegawai di kantor Kecamatan Kurau yang kebetulan rumahnya dekat dengan lokasi kejadian saat di hubungi via telpon mengatakan, untuk rumah kaum mesjid At Taqwa tersebut memang sudah lama tidak di huni, di samping kondisi rumahnya juga sudah mulai rapuh.
“sekitar 5 tahunan di tinggal oleh kaum yang lama, rumah tersebut di biarkan kosong, jadi sekarang keberadaan rumah tersebut di jadikan gudang untuk barang-barang mesjid,” jelasnya.
Untungnya dari serangan angin berputar tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian di taksir mencapai jutaan rupiah.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook