PUBLIK

Dua Perusahaan Teken Mou Bakal Bangun Pabrik Kelapa Sawit

INFOTANAHLAUT.COM- Siapa yang tidak kenal dengan PT. Batu Gunung Mulia Putra yang ada di Kabupaten Tapin, perusahaan besar pertambangan batu bara tersebut melakukan bidang usaha lain bersama dengan PT. Kalimantan Agro Mandiri dan pengurus Koperasi Sawit Makmur melakukan Memorandum Of Understanding (Mou) atau nota kesepatakan dalam hal rencana pendirian pabrik kelapa sawit. Mou di saksikan langsung oleh bupati Tala H.Sukamta dan wakil bupati Tanah Laut Abdi Rahman serta kepala SKPD terkait, Senin (15/10/2018) di ruang Barakat lantai 2 Setda Tanah Laut.
Dalam Mou, pihak pertama yakni pemilik PT. Batu Gunung Mulia H.M.Rihan’s Variza, SE sepakat untuk kerjasama atau merger dan akuisisi dalam rangka memberi permodalan dalam hal usaha pendirian pabrik kelapa sawit yang lokasinya ada di Kabupaten Tanah Laut atas nama PT. Batu Gunung Mulia. Selanjutnya pihak kedua dalam hal ini Direktur PT. Kalimantan Agro Mandiri Syamsul Bahri yang telah menerima pelimpahan perijinan dari Koperasi Sawit Makmur yang telah melaksanakan Rapat Anggota Luar Biasa pada bulan Juli 2018 lalu menyatakan persetujuan untuk perijinan yang berkaitan dengan Ijin Usaha Perkebunan (IUP-P) pabrik kelapa sawit dan seluruh perijinan, dimana nantinya pabrik beroperasi di limpahkan ke PT.Kalimantan Agro Mandiri.
Sementara kebun anggota koperasi Sawit Makmur seluas 11.750 hektar dan tidak menuntup kemungkinan akan dapat di kembangkan kembali. Lokasi yang di pilih dalam pembangunan pabrik kelapa sawit yakni di Desa Batu Ampar Kecamatan Batu Ampar dengan kapasitas produksi sebanyak 60 ton per jam yang akan di mulai pembangunannya pada pertengahan bulan Desember 2018.
Menyangkut dana invesatsi pembangunan pabrik kelapa sawit sendiri 100 persen di biayai PT. Batu Gunung Mulia. Pembiayaan pabrik yang di tanggung pihak perama yakni pembelian bidang tanah untuk pabrik, pembelian bidang tanah untuk pembanguan jalan, inftrastruktur menuju pabrik dari jalan utama negara. Kemudian biaya pembangunan pabrik, biaya pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, biaya operasional sampai dengan commisioning pabrik, dan biaya pengurusan perijinan yang belum selesai.
Kedua belah pihak sepakat melakukan merger dan akusisi perseroan dengan opsi komposisi pembagian saham atas pabrik, dimana pihak pertama 70 persen dan pihak kedua 30 persen pada masa awal hingga pengembalian dana investasi dengam cicilan 50 persen dari laba bersih perbulan sebelum penyusutan kepada pihak pertama.
Bupati Tala H.Sukamta usai menyaksikan penandatanganan Mou dan sebagai pihak yang mengetahui adanya Mou mengatakan, saat sekarang memang hasil panen kelapa sawit warga non binaan pabrik kelapa sawit yang ada di Tanah Laut sebanyak 5 buah pabrik tidak bisa membeli hasil kelapa sawit dan jika di beli pun sangat rendah.
“Ini merupakan sesuatu yang bisa membawa angin segar bagi petani kelapa sawit di Tanah Laut, Pemkab Tanah Laut memberikan dukungan sepenuhnya karena kondisi petani saat sekarang sedang dalam ketidak pastian dengan terus mengalami penurunan harga kelapa sawit, apalagi pabrik sawit swasta yang ada tidak menerima sawit-sawit yang mandiri dan lebih mengutamakan kebun intinya,”kata bupati.
Diketahui bahwa harga kelapa sawit saat sekarang di tingkat petani hanya Rp 800 per Kg.
Hal senada di utarakan pemilik PT.Batu Gunung Mulia H.M.Rihan’s Variza,SE mengatakan, hal ini sebagai langkah untuk memberikan dukungan kepada Pemkab Tanah Laut dimana awalnya pihak Koperasi Sawit Makmur kebingungan untuk pendirian pabrik kelapa sawit, sementara nilai investasi pabrik masih belum bisa di tentukan dan tetap berusaha.
“Kerjasama ini merupakan kali pertama yang dilakukan,”tutup Raihan’s.Tung

3
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook