PEMKAB TALA

Eks Distamben Mangkrak, Dispora Butuh Kantor

INFOTANAHLAUT.COM- Sebuah kantor yang dulu di gunakan untuk Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) yang berada di jalan A Syairani Pelaihari, namun kini kantor tersebut di ambil alih oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan di biarkan selama kurang lebih 2 tahun.
Lantaran tidak di gunakan lagi, kantor eks Distamben tersebut terlihat tidak terawat. Salah satunya di bagian musola sudah terlihat terkelupas bagian atapnya, sementara sampah dedaunan pun sudah mengotori bagian halaman kantor tersebut.
Terkait aset eks kantor Distamben ini, kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) M.Darmin, Jum’at (27/4) pekan tadi mengatakan, terhadap aset kantor itu di serahkan ke Pemprov Kalsel, jadi kewenangan sepenuhnya tergantung Pemprov Kalsel mau di apakan.
“memang di awal tahun 2018 kemarin sudah ada mengirim surat ke Pemprov agar bisa di pinjam pakaikan, dan memang ada salah satu dinas yang belum memiliki kantor seperti Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) yang selama ini masih menggunakan fasilitas umum (Fasum) stadion Pertasi Kencana,”katan Darmin.
Jadi tambahnya, jika memang tidak di gunakan eks kantor Distamben maka di peruntukkan untuk kantor Dispora dari pada tidak terawat dan mengalami kerusakan bangunananya.
Nuansa kerja di fasum stadion Pertasi Kencana pun di rasakan kurang nyaman dan kurang representative di rasakan kepala dinas, kepala bidang hingga staf di Dispora Tanah Laut.
Rudi Imtihansyah kepala bidang olahraga menuturkan, memang nuansa kerja yang di rasakan masih kurang nyaman dengan keterbatasan ruangan yang memang bukan untuk sebuah kantor.
Akan tetapi jika di lihat dari aspek olahraga tidak ada masalah, karena di stadion menjadi pusat berkumpulnya para atlet-atlet yang melakukan latihan karena bisa langsung melakukan interaksi kepada atlet yang setiap hari datang, pendek kata untuk olahraga sangat membantu sekali.
“akan tetapi memang masih di rasa kekurangan dan tidak memenuhi standar jika ada rapat dengan para atlet dan pelatih yang memerlukan ruangan, sehingga jika ada rapat terpaksa harus sewa tenda atau bahkan pinjam aula di dinas lain,”ungkapnya.
Ia menambahkan, jumlah cabang olahraga di bawah Koni dan Dsipora sendiri sudah mencapai 30 buah, belum lagi cabor tradisional dan rekreasi sementara ada 25 cabor yang non prestasi. Belum lagi di tambah pelajar yang sangat banyak sekali jumlah mereka dalam setiap tahun benih-benih atlet terus berkembang baik itu untuk Popda, Kejurnas, Porda, Porprov yang banyak kegiatan, sehinga dengan sarana stadion di maksimalkan semaksimalnya dengan kondisi apapun, termasuk tadi harus sewa tenda dan kursi untuk bisa yang tidak memenuhi standard an hal itu pun di paksakan.
Keterbatasan sarana kantor yang di gunakan untuk Dispora pada stadium Pertasi Kencana memang tidak ada kendala jika menyangkut latihan atlet, hanya saja jika sifatnya resmi seperti rapat-rapat resmi bersama altet, pelatih dan official belum memiliki sarana yang representatif.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook