PENDIDIKAN

Faktor Seringnya Banjir, Sekolah Pun Ditutup Total

INFOTANAHLAUT.COM- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut menutup total operasional SDN Kayu Abang 2 yang berada di Dusun Tambak Sari Mulya Desa Kayu Abang Rt 5 Kecamatan Tambang Ulang. Hal ini menyusul karena tidak ada lagi murid yang mendaftar di sekolah tersebut.

Embrionya, sekolah tersebut awalnya memang di peruntukan bagi warga transmigran yang telah menetap sejak tahun 1992 lalu, namun seriring dengan pindahnya warga transmigran, maka membawa efek berkurangnya pula siswa, sementara bagi warga lokal sendiri lebih memilih sekolah lain seperti SDN Kayu Abang 1 yang lebih dekat dengan rumah.

Dinas pendidikan dan kebudayaan resah akan kondisi demikian, dan di tahun ajaran 2017 ini pula segala opersioanl SDN Kayu Abang 2 tutup total.

Faktor lain, kondisi pemukiman warga transmigransi yang sering di landa banjir, maka membuat warga transmigran pun lebih memilih pindah tempat tinggal, atau bahkan ada yang pulang kembali ke daerah asalnya, baik dari Jawa Barat, Tengah bahkan dari Lampung. Tidak semua warga transmigran meninggalkan lokasi, masih ada sebagian yang bertahan.

Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Tala Abdillah, Jum’at (27/10) pekan tadi mengatakan, memang di sekolah itu sudah tidak ada lagi murid yang mendaftar di sana. Di sekolah tersebut gurunya juga lengkap, namun sudah di mutasi ke sekolah lain di kecamatan lain yang memang di rasa masih memerlukan tenaga guru, bahkan ada salah seorang guru dari Kecamatan Kintap yang mengajar sebelumnya di SDN Kayu Abang 2, dan ia pun di mutasi ke Kecamatan Kintap, serta ada pula yang di mutasi ke Kecamatan Kurau.

“memang ada PNS guru yang masih menempati rumah dinas guru di SDN Kayu Abang 1, dan di minta untuk melakukan pemantauan atau turut melakukan pengawasan terhadap keberadaan bangunan sekolah, termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Diknasbud untuk melakukan pengawasan pula. Sementara menyangkut aset SDN Kayu Abang 2 masih dalam tahap konsultasi dengan pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), kalau memang nanti di mungkinkan dan usulkan, mungkin bisa di lelang bangunan tersebut, tergantung daerah nanti yang menentukan dengan harapan bisa memberikan income kepada daerah, pendek kata tergantung pada kebijakan dan penilaian lebih lanjut,” kata Abdillah.

Ia menambahkan, menjadi ke khawatiran juga jika lama-lama tidak di pakai bangunan tersebut bisa hilang secara perlahan, baik itu lantainya atau bagian bagunan lainnya. Kekhawatiran lainnya akan berdampak negatif menjadi tempat yang di salah gunakan oleh orang-orang yang memanfaatkan bangunan tersebut.

Dari pantauan ke SDN Kayu Abang 2, secara fisik bangunan sekolah masih sangat kokoh dan belum ada kerusakan di mana-mana, termasuk dua unit rumah dinas guru pun masih berdiri kokoh. Pada lantai kelas pun masih banyak menggunakan kayu Ulin dan masih bagus kondisinya hingga sampai ke bagian plafonnya. Sejumlah kursi dan meja memang porak poranda di dalam sebuah kelas, termasuk buku-buku pelajaran. Ada pula 2 unit rumah dinas guru juga masih sangat layak di pakai.

Tapi kini baik bangunan kelas, kantor, rumah dinas guru, dan sebuah tiang bendera menjadi saksi bisu dari keraiaman siswanya dulu.

Sugiono, salah seorang penjaga sekolah SDN Kayu Abang 1 sebagai sekolah dari tetangga SDN Kayu Abang 2 menuturkan, awalnya sekolah ini ada seiring dengan adanya warga transmigran dan sempat memiliki siswa sebanyak 250 orang, namun seiring dengan pindahnya warga transmigran karena faktor alam berupa banjir yang sering melanda pemukiman transmigrasi, maka siswa juga mulai berkurang.

“memang tidak semua warga transmigran yang pindah, sebagian siswa yang masih sekolah di SDN Kayu Abang 2 di sarankan untuk pindah ke SDN Kayu Abang 1, yang jaraknya kurang lebih 1 km, dan Alhamdulillah ada sebanyak 11 orang siswa yang pindah ke SDN Kayu Abang 1,” terangnya.

Sugiono menambahkan, pasca tutupnya operasional SDN Kayu Abang 2 itu juga menjadi satu ke khawatiran akan menjadi sebuah tempat yang di salah gunakan oleh orang luar, utamanya pada malam hari atau bahkan siang hari.

Banyak saran dari beberapa warga yang masih berada di sana, bagusnya bangunan SDN Kayu Abang 2 di jadikan sebuah pondok pesantren.

Sejumlah bangunan-bangunan rumah transmigrasi yang letaknya tidak jauh dari SDN Kayu Abang 2 itu memang terlihat sudah kosong beberapa buah dan kondisinya pun mulai rusak.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook