PUBLIK

FKDM, Perpanjangan Tangan Dan Mata Bupati

INFOTANAHLAUT.COM-Terhadap adanya gejolak-gejolak yang muncul di masyarakat, telah di bentuk sebuah forum yang bernama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan baru pertama di Kabupaten/kota se di Kalsel, khususnya di Kabupaten Tanah Laut.
Pembentukan FKDM mengacu ada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 2 tahun 2018 Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Kewaspadaan Dini di Daerah. Produk hukum ini berisi VIII Bab dan 26 Pasal, di tetapkan tanggal 11 Januari 2018 dan di undangkan tanggal 17 Januari 2018 di Jakarta. Produk hukum ini tercatat dalam Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 nomor 121.
Kewaspadaan Dini adalah serangkaian upaya atau tindakan untuk menangkal segala potensi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dengan meningkatkan pendeteksian dan pencegahan dini. Pendeteksian dan Pencegahan Dini adalah segala usaha, atau kegiatan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung untuk mendeteksi dan mencegah permasalahan yang mempengaruhi penyelenggaraan pemerintahan.
Sejalan dengan itu, Kamis (14/2/2019) di aula kantor Kesbangpol Tala Jalan A. Syairani Pelaihari segenap anggota FKDM di 11 Kecamatan dengan utusan 5 orang, dan utusan FKDM kabupaten melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) untuk program selanjutnya.
Dalam rakor beberapa nara sumber dari Kesbangpol beserta ketua dan pengurus FKDM Kabupaten Tanah Laut serta dari Kodim 1009 Pelaihari yang juga masuk dalam ke anggotaan FKDM. Di dalam forum tersebut personilnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, ormas, Polsek di tingkat kecamatan, dan hingga sampai ke tingkat kabupaten yang juga merangkul Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kodim 1009 Pelaihari serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
FKDM bertugas membantu bupati Tala dalam menjaga Kamtibmas, sebagai perpanjangan tangan dan mata dari bupati dalam yang menyangkut Kamtibmas di kabupaten, kecamatan sampai ke tingkat desa.
Ketua FKDM Tala Noor Ifansyah dalam rakor mengatakan, pertemuan menggaris bawahi dan perlu di cermati untuk bahan koordinasi dengan FKDM itu sendiri. Tugas FKDM baik itu di kabupaten maupun di kecamatan harus di sinkronkan.
“Diakui di tingkat kecamatan belum terbentuk, ada tim pula di tingkat provinsi,”kata Noor Ifansyah.
Di rakor juga di jabarkan tentang cara kerja termasuk bagaimana pendanaan. Waspada sebelum ada kejadian meresahkan di masyarakat. Selama ini mungkin bingung, apa yang akan dilakukan terlebih dalam suasana Pemilu, peran FKDM di dalamnya seperti apa.
Sementara itu Kapten Infanteri Suparno dari Kodim 1009 Pelaihari memaparkan, FKDM suatu wadah pengumpul keterangan. Pengertian keamanan, yang di amankan ada 3 yakni personil, materil, dan berita. Pencegahan terhadap segala ancaman. Sekarang ini ancaman potensi geogarfi yakni mendeteksi ancaman wilayah perbatasan desa, pencaplokan, kerusakan alam, kebakaran lahan, tambang ilegal. Kemudian Demografi yakni manusianya atau penduduk, gagal KB saja sudah ancaman, kenakalan remaja narkoba, geng motor, anak-anak Punk, dan pada sosial budaya yakni berkaitan dengan ideologi Pancasila. Paham tentang Pancasila dari 36 butir maka sudah mengamankan kerukunan, sesuai dengan kepercayaan masing-masing dan saling menghormati. Komunis adalah bahaya laten yang sewaktu-waktu akan timbul.
“Ancaman politik, waspada tidak usah neko-neko, tidak usah teriak-riak, pada saatnya nanti hari H Pemilu maka sebagai warga negara yang baik datang ke TPS, pastikan diri sendiri aman,”kata Kapten Infanteri Suparno.
Hal senada di utarakan Supartomo dari Badan Intelijen Negara (BIN) yang juga koordinator untuk Kabupaten Tanah Laut, Tanbu, Kotabaru dan Tapin mengungkapkan, FKDM merupakan jaring yang dapat mendukung tugas BIN di lapangan sebagai intelijen. FKDM sendiri telah masuk dalam komunitas intelijen.
“Kegiatan intelijen sudah tiap hari dilakukan, tapi kadang tidak di sadari contohnya mendatangi, mendengarkan, menanyakan, dan laporkan lalu lokalisir agar tidak berkembang itulah kegiatan intelijen,”kata Supartomo.
Dalam rakor terjadi diskusi, seperti di utarakan Mulkani dari Kecamatan Tambang Ulang, perlu kirannya di lengkapi perlatan kerja, perlu juga bentuk grup WA. Format laporan di berikan contohnya, dan permasalahan minimal seperti apa atau kategori seperti apa yang harus di sampaikan.
Begitu pula yang di ajukan Abdulah dari Kecamatan Bumi Makmur, medeteksi perlu keahlian khusus, apalagi mencegah. Sebagai warga biasa belum tahu caranya sehingga perlu ada pelatihan.
Pada sisi lain, personil di FKDM sendiri menerima hak berupa insentif atau honor setahun 5 kali di bayarkan melalui transfer ke masing-masing nomor rekening. Kemudian juga di berikan seragam jaket.
Pasca rakor selanjutnya sosialaisi ke seluruh kecamatan yang terjadwal sampai bulan September 2019.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook