Foto ASN Salam Dua Jari Masuki Sidang Perdana – infotanahlaut.com
HUKUM

Foto ASN Salam Dua Jari Masuki Sidang Perdana

INFOTANAHLAUT. COM-Persoalan di duga tidak netrlanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang viral fotonya di medsos dan terkesan mengacungkan salam dua jari, ternyata prosesnya berlanjut hingga sampai ke persidangan di Pengadilan Negeri pelaihari.
Kamis,(24/5) sidang perdana yang baru terjadi di Kabupaten Tanah Laut lewat foto viral di medsos plus terlihat mengacungkan dua jari di gelar.
Dalam sidang tersebut,Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanah Laut Syahrian Nurdin dan calon bupati Tala H. Sukamta memenuhi panggilan sebagai saksi, untuk persidangan kasus Aparatur Sipil Negara (ASN) mengacungkan dua jari tersebut. Sidang di gelar di ruang sidang Kartika di Pengadilan Negeri Pelaihari.
Para saksi tersebut menyampaikan keterangan kepada Majelis Hakim yang di pimpin oleh Budi Haryanto. Sebelumnya, sidang dilakukan pembacaan dakwaan terhadap ASN melakukan salam dua jari yang di duga sebagai bentuk dukungan kepada salah satu calon lain, di antaranya, M Noor(Kadispora), Suharyo, (Kadis Peternakan dan Keswan) M Rafiki (Dinas Koperasi dan UKM), Ahmad Mustadi (Kadis Pertanian,Holtikultura dan Perkebunan) dan M Gozali (Sekcam Jorong).
Para saksi yang di hadirkan pertama kali terhadap Rahmat sebagi pelapor atas kasus tersebut kepada Bawaslu, kemudian di lanjutkan kepada Sekda Tala Syahrian Nurdin, dan calon bupati nomor urut 1.
Jalanya persidangan sempat di tunda, selain waktu memasuki adzan Magrib karena berbuka puasa. Ketidak hadiran saksi lain yakni Muhardin (Kadis PU) di meja hijau, padahal sebelumnya dirinya hadir di luar persidangan.
Proses jalannya sidang berlangsung mendapat pengamanan dari Kepolisian Polres Tala.
Ketua Tim Jaksa Penuntup Umum (JPU) dalam persidangan tersebut Adhya Satya Lambang Bangsawan dan Penasehat Hukum Terdakwa Mahyudin.
Majelis hakim mempertanyakan terhadap saksi Rahmat, prosedur dirinya menemukan foto para ASN yang mengacungkan dua jari di medsos, kemudian saksi menjelaskan, jika dirinya melihat foto tersebut dari akun facebook Faris Huda.
Saksi yang juga menjadi tim hukum pasangan paslon nomor dua,maka melakukan pelaporan kepada Panwaslu Kabupaten untuk tindak lanjuti.
Setelah mendengar penjelasan saksi Rahmat,kemudian di lanjutkan meminta penjelasan terhadap saksi Sekda Syahrian Nurdin. Dalam penjelasan Sekda, pihaknya saat itu hadir dalam kegiatan keolahragaan bermain tenis dengan Adriansyah yang merupakan mantan Bupati Tala periode lalu dan notabenya orang tua dari paslon nomor urut dua. Saat itu sebagai bentuk perhatian para Kadis melakukan yang kunjungan ke LP Sukamiskin di andung.
“Kami tidak ada kaitan dengan politik,” jelasnya.
Kalau untuk pengacungan dua jari, tidak mengetahui, karena saat itu sudah di penghujung acara,dan dirinya sedang mempersiapkan untuk meninggalkan lokasi olahraga tersebut.
Sementara itu,penjelasan Sukamta kepada Majelis Hakim, dirinya menyampaikan jika pihak calon nomor urut 1 sangat di rugikan, karena adanya Pejabat di lingkungan Pemkab Tala melakukan hal itu. Karena, pejabat menjadi tolak ukur ASN lain untuk mengikuti arah pimpinan dalam berdemokrasi.
“Kami sangat dirugikan dalam hal ini,”jelasnya.
Sidang di tunda dan di lanjutkan kembali pada hari Jumat (25/5) dengan materi untuk mendengarkan keterangan saksi yang belum di dengar oleh majelis hakim.
Di konfirmasi ke anggota Panwaslu Kabupaten Tala Taufikurrahman mengatakan,pihaknya hanya menerima laporan dan kemudian di teruskan ke instansi yang berwenang sesuai dengan aturan,dan dalam kasus ini ada tiga Instansi yang berwenang malakukan proses hukum,di antaranya Pengadilan Negeri Pelaihari, KASN dan DKPP KPU.
“Pengadilan proses pidana, KASN proses sebagai kode etik ASN, dan DKPP sendiri karena adanya Ketua PPK yang terlibat,” jelasnya.
Taufik menambhkan,kasus ini pertama kali untuk di wilayah Kalimantan Selatan,di teruskan dalam proses hukum sampai ke Pengadilan Negeri.
Polemik ini terjadi saat beredarnya di medsos adanya beberapa ASN melakukan salam dua jari bersama di dalam LP Sukamiskin Bandung. Laporan akhirnya di tindak lanjuti oleh Bawaslu atas adanya temuan tersebut. Kemudian adanya tindak pidana, maka di proses hukum dalam hal ini Polres Tala,hingga akhirnya masuk dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pelaihari.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook