PUBLIK

Gandrong Warga Pun Ditahan Dipos Satpam

INFOTANAHLAUT.COM- Gandrong, begitu warga menyebutnya sebagai sebuah sarana untuk mengangkut hasil panen pertanian dan perkebunan. Gandrong yang menggunakan mesin dumping dan layaknya sebuah mobil truk, namun semuanya terbuka tanpa ada bodi pelindung dan hanya tersedia bak atau tempat menaruh barang.
Gandrong milik salah satu warga Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar ini terpaksa tertahan di pos 1 satpam PT. Candi Arhta salah satu perusahaan kelapa sawit di Desa Tajau Pecah, dimana oleh Satpam perusahaan menahannya lantaran tidak di perkenankan Gandrong bermuatan jagung melewati jalan dekat perusahaan yang koneksinya langsung menuju Desa Tajau Pecah sejauh kurang lebih 1 km.
Atas kondisi demikian, Kamis (1/3) ratusan warga pun turun ke lokasi jalan tersebut dan melakukan aksi unjuk rasa.
Aksi unjuk rasa di pimpin langsung Salam kepala desa Tajau Pecah, dan turut mendapat pengawalan anggota Polsek Batu Ampar serta Babinsa.
Tidak banyak atribut tulisan di kertas karton yang di bawa warga di antaranya yakni “jalan ini adalah jalan milik desa yang dipakai untuk warga bukan untuk perusahaan”. Warga yang berkumpul sejak pagi sekitar pukul 08.00 wita dalam cuaca gerimis tidak menyurutkan untuk menyuarakan aspirasi mereka ke pihak manajemen perusahaan.
Salam kades Tajau Pecah mengatakan, ada 4 tuntutan keperusahaan yakni perawatan jalan sepanjang kurang lebih 1 km di tanggung perusahaan, kendaraan bermuatan milik perusahaan dan atau yang menuju perusahaan tidak mempergunakan jalan desa untuk kegiatan pengangkutan, semua aktivitas pengangkutan terkait dengan pertanian masyarakat tidak dilarang melewati jalan desa, dan mobil kosong milik perusahaan di perbolehkan untuk melewati jalan desa tersebut.
“adanya plang larangan melintas jalan oleh perusahaan itulah yang menjadi tanda tanya besar warga, sebab kalau warga panen hasil perkebunan maupun pertanian memang ada jalan lain lewat Desa jilatan, akan tetapi itu jaraknya 10 km, berapa lagi modal warga untuk lewat jalan alternatif tersebut,” jelasnya.
Aspirasi warga pun di bawa berunding ke kantor perusahaan. 5 orang perwakilan warga termasuk kades pun mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan manajemen perusahaan.
Proses mediasi yang dilakukan oleh Polsek Batu Ampar, unit Intel Polres Tala, dan Danposramil Batu Ampar berlangsung selama kurang lebih 1 jam diruang tunggu kantor perusahaan, dan hasilnya melahirkan kesepakatan antara perusahaan dan warga.
General Manajer PT. Candi Artha Rudi Susanto usai mediasi mengatakan, dari sejarah jalan itu dulu ada perusahaan PTP serta ada perusahaan swasta lainnya, setelah HGU nya habis perusahaan sebelumnya tidak melanjutkan HGUnya akhirnya di kuasai oleh masyarakat sampai sekarang.
“untuk angkutan produksi Candi Artha sebenarnya tidak menggunakan jalan tersebut, dan tuntutan warga agar perusahaan melakukan perawatan jalan tersebut, padahal perusahaan sudah melakukan perawatan sejak perusahaan berdiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum aksi warga sudah ada kesepakatan dengan tokoh desa, dimana untuk menghindari jalan tersebut rusak maka ada komitmen bahwa jalan di pelihara oleh perusahaan dan semua angkutan dilarang masuk, lantas perusahaan di anggap mengambil keputusan sepihak.
Dari mediasi, kesepakatan yang di hasilkan ada 4 point. Pertama perusahaan bersedia untuk merawat jalan Desa Tajau Pecah sejauh kurang lebih 1 km. Kedua kendaraan bermuatan milik perusahaan dan atau yang akan menuju perusahaan terkait dengan angkutan Tandon Buah Segar (TBS) tidak menggunakan jalan desa. Ketiga semua aktivitas pengangkutan terkait dengan jalan pertanian dan perkebunan masyarakat tidak dilarang melewati jalan desa melalui pos 1 perusahaan, dengan tetap menyerahkan identitas diri yang sah sebagaimana Standar Operasional Perusahaan (SOP), dan Keempat mobil kosong milik perusahaan di perbolehkan untuk melewati jalan desa tersebut.
Kesepatakan tertulis pun di tanda tangani perwakilan 5 orang warga dan Kades, serta pihak perusahaan, dan aksi unjuk rasa dapat berjalan tertib serta aman.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook