DUNIA USAHA

Gapura Karomah Sudah Salurkan Dana Miliaran Rupiah

INFOTANAHLAUT.COM-Adanya program Gerakan Peningkatan Usaha Rakyat Melalui Kredit Tanpa Agunan dan Rente Untuk Masyarakat Ekonomi Lemah (Gapura Karomah) dari Pemkab Tanah Laut atau pula di sebut pinjaman nol persen melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tala sebagai BUMD milik Pemkab Tanah Laut,kini sudah sebanyak Rp 2,444.500.000 miliar lebih dana tersalur ke masyarakat.
Direktur Operasional BPR Tala Rinanto, Senin (20/1) mengatakan, realisasi pada bulan November sampai Desember 2019 lalu,ada 4 SKDP terkait yakni Dinas Pertanian,Tanaman dan Holtikultura ada 113 orang dengan 17 kelompok dan total plafon kredit sebesar Rp 1,09 milliar,Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ada 30 orang dengan 3 kelompok dan total plafon kredit Rp 260 juta. Pada Dinas Koperasi,Usaha Kecil dan Perdagangan sebanyak 69 orang dengan 8 kelompok dan total plafon kredit sebesar Rp 444.500.000,dan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan sebanyak 5 orang dengan 1 kelompok plafon kredit sebesar Rp 45 juta.
Dari pinjaman sebesar Rp 5 juta, sebanyak 136 orang sudah terelaisasi Rp 674.500.000,pada pinjaman Rp 10 juta sudah terealisasi Rp 100 juta dari 10 kelompok dan pinjaman Rp 15 juta sudah terealisasi Rp 1,065 milliar dari 71 kelompok dan pinjaman sebesar Rp 1,6 milliar.
Dan total dana yang sudah tersalur pada posisi tanggal 12 November sampai tanggal 30 Desember 2019 lalu sebesar Rp 1,839.500.000.
Sementara rekap data masuk permohonan kredit sebesar Rp 6,8 milliar. Hal ini sudah pula di sampaikan ke pemegang saham,data yang masuk di BPR Tala permohonan kredit melalui 5 SKPD terkait yakni Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura dengan jumlah 355 orang dengan 53 kelompok dengan plafon total Rp 3,3 milliar,kemudian Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ada 89 orang dengan 13 kelompok total kredit yang di mohon Rp 9,25 juta.
Dinas Kopersi,Usaha Kecil dan Perdagangan sebanyak 486 orang dengan 35 kelompok dan plafon kreditnya sebesar Rp 2,5 milliar,terakhir Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan sebanyak 22 orang dengan 3 kelomopok dengan besarnya plafon kredit Rp 135 juta,sehingga total dana yang sudah tersalurkan sebesar Rp 6,8 miliar kepada 217 orang.
“Besarnya pinjaman bervariasi,dari Rp 5 sampai Rp 15 juta,dan menyangkut pengawasan dengan jangak waktu 1 tahun,terkecuali debitur yang melalui Dinas Pertanian dan Peternakan serta Perikanan masa panennya tidak setiap hari alias musiman dari 3 sampai 9 bulan atau ada yang 1 tahun,”katanya pula.
Di contohkan, seperti halnya pinjaman melalui Dinas Pertanian membayarnya 1 tahun 2 kali,begitu pula di melalu Dinas Perikanan. Namun ada juga yang sekaligus membayarnya seperti yang melalui Dinas Peternakan rata-rata sekaligus membayarnya pada jatuh tempo. Akan tetapi yang melalui Dinas Koperasi,Usaha Kecil dan Perdagangan yang sifatnya berdagang yang setiap hari mendapatkan pendapatan membayarnya per bulan.
“Alhamdulillah pembayaran di bulan November dan Desember 2019 kemarin lancar semua,”ungkapnya.
Lantas apakah di butuhkan Survei ?
Menurutnya,mengajukan pinjaman secara pribadi atau perorangan tidak bisa,namun yang tergabung dalam kelompok sesuai dengan penetapan 5 SKPD terkait tadi,selanjutnya dari kelompok tesebut dilakukan verifikasi oleh ketua kelompok siapa yang mau di ajak atau siapa yang layak,untuk mendapatkan rekomendasi dari ketua kelompok sebelum di teruskan ke SKPD terkait.
Selanjutnya di SKPD pun mendapatkan rekomendasi lagi dari kepala SKPD yang sebelumnya dilakukan verifikasi oleh SKPD,baik usahanya maupun domisili usahanya dan status keluarga seperti suami serta istri,dan bahkan SKPD melakukan survei ke debitur untuk kemudian di antar ke BPR Tala sebagai verifikasi terakhir dan juga di survei ulang kembali oleh BPR.
“Memang permohonan dari kelompok itu tidak serta merta di setujui,jika di nilai tidak masuk versi BPR Tala maka pinjaman di cancel,akan tetapi sebaliknya jika catatan debitur tidak bermasalah maka di tindak lanjuti,”paparnya.
Toni,salah seorang pedagang pentol bakso yang juga debitur dari program tersebut mengutarakan,pinjam dana di program tersebut sebesar Rp 5 juta dan memang ada syaratnya yakni foto kopi Kartu Keluarga (KK),KTP,Surat Keterangan Usaha (SKU),selanjutnya berkas itu di kumpulkan oleh ketua kelompok dalam hal ini kelompok Uber Rejeki.
Berkas di masukan ke Dinas Koperasi,Usaha Kecil dan Perdagangan sesuai bidang usaha.
“Memang ada juga dilakukan survei oleh kelompok dan dinas terkait tadi,”ucapnya.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook