PUBLIK

Gapura Karomah, Suport Program Lewat Reses

INFOTANAHLAUT.COM-Program Gapura Karomah atau pinjaman nol persen dari Pemkab Tanah Laut yang di kelola oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tala sebagi BUMD,program tersebut di suport DPRD Tala. Sebagai bentuk dukungan tersebut,Komisi 3 DPRD Tala pun Senin (20/1) kemarin melakukan rapat kerja bersama jajaran manajemen BPR Tala.
Anggota komisi 3 DPRD Tala Joko Pitoyo, Selasa (21/1) di ruang fraksi Nasdem mengatakan,rapat kerja kemarin ingin mengetahui progres program Gapura Karomah tersebut,karena masih ada laporan dari calon debitur yang di nilai masih agak ribet,karena calon debitur harus melaui dinas yang telah di tunjuk yakni Distanholbun,Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan,Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan,Dinas Koperasi,Usaha Kecil dan Perdagangan.
“Keluhan calon debitur dalam raker minta kepada jajaran BPR Tala memberikan penjelasan se jelas-jelasnya sesuai dengan bidang pinjaman,dan memang ada survei dari dinas tersebut,baru data di serahkan ke BPR lagi,apakah perlu atau tidak di pinjamkan tergantung BPR,”kata Joko.
Ia menambahkan,saat ini data dari BPR Tala sebanyak 1.399 orang,dengan 164 kelompok dan sudah terealisasi kepada 43 kelompok,terdiri dari 294 orang,dengan jumlah nominal dana tersalur Rp 2.4444.500.000 dari Rp 10 milliar yang di setujui DPRD di tahun 2020 sebagai modal investasi.
Dalam raker juga di sampaikan bahwa program Gapura Karomah terus berjalan. Untuk debiturnya di dominasi berada di Kecamatan Pelaihari,dengan jumlah 98 orang,Kecamatan Batu Ampar 79 orang, Kecamatam Panyipatan 14 orang,Kecamatan Kintap 2 orang,Kecamatan Tambang Ulang 11 orang,Kecamatan Kurau 20 orang,Kecamatan Takisung 42 orang,Kecamatan Bumi Makmur nol,Kecamatan Bajuin 20 orang,dan Kecamatan Jorong 8 orang.
Alasan kenapa di Kecamatan Pelaihari banyak debiturnya,mengingat pada faktor jarak menuju kantor BPR Tala yang dekat yakni di Jalan Antasari (Dekat Rumdin Wabup Tala).
Kepada manajemen BPR Tala kata Joko Pitoyo di tekankan,yang penting memberikan pengertian terhadap pinjaman, terlebih program ini dari kacamata Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah dapat persetujuan. Ada kelompok tertentu yang mungkin tidak di setujui,karena sudah ada pinjaman di lain dan usahanya fiktif,maka pengawasan atau survei yang di perbanyak.
“Beri kemudahan tapi dengan tingkat resiko rendah,komisi 3 sangat mendukung,tapi berharap masyarakat juga paham akan aturan dan prosedurnya,dan komisi 3 suport ke BPR Tala mau buka kantor cabang di Kecamatan Kintap dan Kecamatan Bati-Bati,”ungkap Joko.
Komisi 3 minta laporan per 3 bulan sekali,dan berkomitmen pula mengawasi sampai kelapangan dan mencek kelompok siapa. BPR Tala juga di minta harus hati-hati dalam pengawasan,jangan sampai lepas dari tujuan awal atau tidak berhasil.
Komisi bantu sistem sosialisasinya pada saat komisi lain pun melakukan reses selain lewat brosur-brosur produk BPR Tala maupun lewat Manunggal Tuntung Pandang.
Di tempat terpisah,Suprapto dirut BPR Tala mengatakan,ada memang wacana kedepan harus buka cabang. Hal itu untuk memperluas jangkauan karena cakupannya se Kabupaten Tanah Laut.
“Untuk membuka cabang ada aturan dari OJK,minimal punya modal Rp 15 miliar. Modal setor Rp 6 miliar,sementara melihat pada kondisi keuangan yang ada belum mencukupi,dan harus pula nantinya tertuang dalam prosedur Petaturan Daerah (Perda),”tutupnya.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook