RELIGI

Gema Muharram Dihadiri Ribuan Jemaah

INFOTANAHLAUT.COM-Gema Muharram 1440 Hijriah terselenggara dan di gelar lapangan Majelis Hilyatus Shalihin, Senin (24/09/2018) malam kemarin merupakan hasil kerjasama Syekhermania Tanah Laut dengan Majelis Ta’lim Hilyatus Sholihin.
Turut berhadir Pembina Majelis Ta’lim Hilyatus Shalihin H. Endang Agustina, Wakapolda Kalsel, Kapolres Tala, Bupati Tanah Laut H.Sukamta, wakil bupati Tanah Laut Abdi Rahman S.Pd, Syech bin Abdul Qadir Assegaf dari Yogyakarta beserta para habaib, para ulama dan tokoh agama beberapa di antaranya yaitu KH Mukri Yunus, KH Muhammad Zafaruddin dari Samarinda dan H. Mahmud Syarkani.
Bupati Tala turut mengungkapkan rasa senangnya karena bisa bershalawat bersama masyarakat Tanah Laut. Ia berharap kedepannya kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan seiring dengan visi misinya sebagai Bupati Tala yaitu Berinteraksi (Berkarya, Inovasi, Tertata, Religius, Aktual dan Sinergi).
“Mari kita jadikan Tanah Laut yang lebih religius,”ajaknya.
Dalam Gema Muharram, habib KH.Muhammad Zafaruddin dalam tausiahanya begitu di tunggu-tunggu jemaah yang hadir. Tidak kurang dari 10.000 lebih jemaah menghadiri gema muharram tersebut.
Tausiah KH.Muhammad Zafaruddin memang di kenal penuh dengan humor, berikut dengan gerakan tubuhnya kala mempraktekan sesuai isi tausiahnya. Namun semua tidak lepas dari tujuan utama dalam tausihahnya untuk mengajak umat muslim mencintai baginda Rasulullah SAW dengan memperbanyak membaca solawat nabi.
Mengawali tausiahnyanya, KH Zafaruddin terkesima dengan habib Syech terlebih dalam melantunkan syair-syair solawat.
“Begitu merdunya di dengar, dan semakin membuat kerinduan kepada nabi junjungan kita Muhammad SAW. Ini tentu tidak ringan, pekerjaan membaca solawat kepada kekasih Allah SWT seperti yang dilakukan habib Syech, maka jangan heran jika habib Syech bisa bertemu dengan baginda Nabi Muhammad SAW,”kata KH.Zafaruddin.
Dalam tausiah yang di sampaikan KH.Zafaruddin selalu mengundang tawa jemaah termasuk pula habib Syech, karena penyampaian dalam bahasa Banjar bercampur bahasa Indonesia terdengar kocak, bahkan habib Syech sendiri acap kali ikut tertawa dan menggelengkan kepala.
Kegiatan gema muharram berakhir pada pukul 24.00 wita. Panjangnya antrian jemaah yang hendak pulang pun menjadi macet arus lalu lintas,namun semua dapat berjalan aman dan lancar.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook