PUBLIK

Geram Dapat Laporan Ada Pungutan Parkir Di Orchid Park

INFOTANAHLAUT.COM-Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Laut cukup di buat geram, lantaran di lokasi Ruang Teduh Hijau (RTH) Orchid Park yang berlokasi di sekitar kawasan perkantoran Pemkab Tanah Laut untuk parkir pengunjung di laporkan ada orang yang tidak bertanggung jawab melakukan pungutan parkir kepada sepeda motor.

Atas adanya laporan tersebut, Andreas Evoni bersama jajarannya dan Sat Pol PP, Selasa malam (17/1) kemarin sekitar pukul 20.10 wita pun langsung melakukan sidak ke lokasi RTH dimaksud.

Dalam pemantauan itu, memang nampak sejumlah kaum muda-mudi tengah berada di RTH. Sementara pada pemandangan lainnya tempar parkir sepeda motor memang berada di bahu jalan, dimana jalan tersebut bernama jalan Hutan Kota dan di jalan tersebut menjadi lintasn rumah dinas Dandim 1009 Pelaihari, rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda), aula Dinas Kesehatan, serta balai Diklat Loka Bina Praja.

Andres Evoni mengatakan, memang kami ada laporan adanya pungutan parkir, padahal kami belum menentukan lokasi RTH itu sebagai kawasan parkir, sebab kalau di nyatakan resmi jelas dan pasti ada pungutan dan ada Perdanya.

“laporan yang kami terima, orang yang tidak bertanggung jawab itu melakukan pungutan parkir pada saat sore hari, dimana pada sore hari biasanya pengunjung RTH banyak orang, dan fatalnya lagi karcis pungutan parkir menggunakan karcis bekas kegiatan pasar rakyat pada saat hari jadi Tala ke-51 tahun 2016 lalu yang di pusatkan di halaman stadion Pertasi Kencana sebesar Rp 2000 rupiah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk penataan parkir ini kami berkoordinasi dengan pengelola RTH dalam hal ini Dinas PU dan Pemukiman, dimana untuk sementara waktu meminjam lahan aula Dinas Kesehatan dan halaman Dinas Kesehatan untuk parkir, dan yang perlu di catat bahwa itu sifatnya gratis sebelum ada penetapan lokasi parkir secara resmi, karena memang RTH identik dengan kunjungan orang, sehingga juga di perlukan lokasi parkir yang aman dan nyaman. Untuk mencegah terjadinya pungutan parkir yang tidak resmi, maka kami memasang anggota untuk melakukan pemantauan di saat-saat RTH ramai di kunjungi orang. Selain itu juga memikirkan keberadaan pedagang agar dapat terlihat rapi, kepada pedagang juga di minta untuk menjaga kebersihan usai berdagang, sebag jika mengabaikan kebersihan maka dilarang untuk berjualan di RTH.

Beberapa kalangan menilai, konsep pembangunan RTH ini kedepannya menjadi satu tempat untuk bersantai keluarga, namun sayangnya tidak di barengi dengan sebuah lokasi parkir kendaraan yang memadai.baz

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook