PEMKAB TALA

Geram Sebagian Camat Tak Hadir Rakor

INFOTANAHLAUT.COM-Wakil bupati Tala Abdi Rahman sempat geram dengan tidak hadirinya beberapa camat dalam rapat koordinasi penetepan status siaga darurat bencana banjir, angin puting beliung,dan tanah longsor,Kamis (9/1) di aula Barakat lantai 2 Setda Tala.
“Penting mana kegiatan ceremonial di kecamatan dengan masalah bencana,kenapa harus di wakilkan,Camat berada pada posisi penting di wilayahnya masing-masing jika ada bencana,”ucap wabup sambil melihat para personil yang mewakili camat.
Wabup pun mengabsen camat mana saja yang tidak hadir,dan meminta alasan ketidak hadiran camat kepada yang mewakilinya. Mereka camat yang tidak hadir yakni camat Kurau,Jorong,Takisung, Panyipatan,dan Bumi Makmur.
Saat di mintai penjelasan ketidak hadiran camat. Beragam alasan pun terlontar dari perwakilan camat salah satunya ada menghadiri rapat Kerukunan Kepala Desa (KKD),dan ada camatnya ada saja di kantor,namun memerintahkan bawahannya lewat WhatsApp untuk menghadiri rakor.
Mendengar penjelasan itu,wabup pun geleng kepala,dan meminta kepada Asisten 1 untuk memindak lanjuti kepada camat-camat yang tidak hadir.
Menurut wabup,sementara yang peduli bencana malah di wakilkan. Bagaimana mau merumuskan soal bencana kalau di wakilkan. Nanti kalau ada bencana di wilayah kecamatan,juga cukup di wakilkan camat tak perlu bupati atau wabup,kata wabup.
Dalam rakor tersebut di rumuskan bagaimana dan apa yang harus di persiapkan ketika bencana terjadi maupun pada pasca bencana.
Kepala pelaksana BPBD Tala M.Kusri melaporkan data dari Data Indeks Rescue Bencana di tahun 2019 lalu bencana 699 kali kejadian dan yang paling tinggi adalah Karhutla sebanyak 569 kali. Kabupaten Tanah Laut berada di urutan 132 secara nasional rawan bencana.
Sementara untuk mengantisipasi serangan banjir,maka penetapan status siaga bencana di Tala di mulai dari bulan Januari sampai Mei tahun 2020,dan di fokuskan pada Kecamatan Jorong dan Kintap pada siaga banjir.
Sementara itu Wahyudin,MAP kepala pelaksana BPBD provinsi Kalsel mengutarakan,adanya kebijakan peningkatan kesiapsiagaan bencana. Mengurangi resiko bencana sebelum bencana terjadi,agar masyarakat memamahi.
“Hal-hal itu yang perlu di antisiapsi guna mengurangi korban,”kata Mahyudin.
Menurutnya pula,Tala salah satu kabupaten yang resikonya tinggi soal bencana. Peta dari BMKG di Tala akui agak berat dilakukan deteksi cuacanya. Seperti banjir,di Tala diakui sistem jalur air bagus,tapi jika volume air tinggi maka akan terjadi luapan,namun luapan pun cepat surut. Yang tidak kalah pentingnya antisipasi sengatan listrik dan binatang ular saat banjir seperti kasus di Jakarta ada korban sengatan listrik saat banjir.
“Koordinasi di lapangan oleh BPBD,stake holder lain tunggu kebijakan BPBD. Bencana adalah urusan bersana,tapi yang mengkomandoinya BPBD. Data korban di minta proses lebih cepat,dan yang penting menyatukan satu komando di lapangan. Data cukup satu pintu sebagai dasar untuk bantuan,”tutup Wahyudin.
Dalam arahannya wabup mengatakan,soal bencana di butuhkan sebuah kerelaan untuk membantu. Sebelum terjadi harus ada maping lokasi yang rawan sebagai dasar pula untuk di adakan pendekatan-pendekatan kepada warga yang berada di lokasi maping di maksud.
“Bicara siaga bencana tanpa maping jadi sia-sia. Rumuskan maping yang jelas. Alurnya mulai dari Rt sampai ke tingkat kecamatan.Kalau perlu ada jaringan siaga bencana di tiap desa rawan bencana,”kata wabup.
Wabup menambahkan,pada pasca bencana juga patut di pikirkan,namun yang paling utama adalah aksinya,tutup wabup.
Dalam rakor selanjutnya di bahas berbagai hal-hal yang menyangkut kesiap siagaan dalam mengantisipasi bencana dari stake holder terkait,terutama kesiapan personil dan peralatan yang di miliki. Pada dasarnya stake holder siap untuk mendukung BPBD dalam hal penanganan pasca bencana.
Rakor juga di hadiri Polres,Kodim 1009 Pelaihari,para camat, DPRKPLH, Dinkes,Organisasi Orari, DPUPRP, PMI, DPMD,Dinsos,Relawan, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan,Sat Pol PP,dan Poltek Tala.Tung

4
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook