POLITIK

Giliran Tim Paslon 2 Adukan Dugaan Politik Uang

INFOTANAHLAUT.COM- Mendekati hari pencoblosan,tepatnya pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang, temperatur suhu politik di bumi Tuntung Pandang kian memanas. Setelah sebelumnya tim paslon nomor urut 1 H.Sukamta dan Abdi Rahman menyeret 5 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang rata-rata kepala dinas karena di nilai tidak netral di Pilkada dengan viralnya foto salam dua jari di medsos pada lokasi Lapas Sukamiskin kota Bandung hingga sampai ke persidangan di Pengadilan Negeri Pelaihari,kini giliran tim paslon nomor urut 1 Bambang Alamsyah dan Ahmad Nizar mengadukan oknum paslon nomor urut 1 dengan sangkaan politik uang (money politik) ke Panwaslu Kabupaten Tanah Laut.
Melalui bagian penasehat hukum paslon nomor urut 2 Badrul Ain Sanusi Al Afif, Kamis (21/6) kemarin sekitar pukul 14.00 wita bersama beberapa orang,seraya membawa barang bukti berupa dua buah amplop warna putih yang di dalamnya masing-masing berisi uang Rp 50.000. Selain itu juga membawa barang bukti lain berupa rekaman suara lewat Hp dan foto.
Atas sejumlah barang bukti tersebut di terima oleh Taufikkurahman,SH selaku divisi hukum dan penindakan pelanggaran Panwaslu Kabupaten Tanah Laut.
Usai menyerahkan barang bukti,Badrul Ain Sanusi Al Afif dalam keterangan persnya di Panwaslu Kabupaten Tanah Laut mengatakan,bahwa barang bukti di temukan pada saat ada sebuah kegiatan orang banyak berkumpul di sebuah rumah di Desa Banyu Irang Kecamatan Bati-Bati pada hari Selasa (19/6) lalu sekitar pukul 14.00 wita sampai 16.00 wita dengan perkiraaan warga ada 130 orang baik laki-laki maupun perempuan yang di bagi secara terang-terangan. Namun di kegiatan mengundang paslon nomor urut 1, dan saat itu paslon nomor 1 pun hadir serta berpidato. Selesai acara ada oknum paslon nomor 1 yang membagikan amplop kepada warga yang hendak pulang.
“laporan ini tentunya berharap agar masyarakat jangan terpengaruh dengan money politik,berharap Panwaslu dan Gakumdu bisa bersikap tegas,fair dan netral dalam pilkada ini,soal terbukti atau tidaknya itu kewenangan Bawaslu atau pun Gakumdu,”kata Badrul.
Badrul menambahkan,sesuai dengan peraturan Bawaslu RI apabila upaya sistematis mengarah ke money politik maka otomatis paslon bisa di diskulaifikasi.
Atas kondisi tersebut Taufikkurahman divisi hukum dan penindakan pelanggaran Panwaslu Kabupaten Tanah Laut mengatakan,sebagai mana yang di atur dalam pasal 187 A tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah,secara formil dan materil sudah terpenuhi sesuai dengan Perbawaslu nomor 14 tahun 2017 sebagai pedoman untuk Panwaslu menerima laporan,selanjutnya karena ini merupakan persoalan tindak pidana maka di bawa ke ranah sentra Gakumdu,karena di sana ada 3 unsur yakni Kepolisian, Kejaksaan dan Panwaslu.
“Setelah laporan di terima atau di register oleh Panwaslu dalam 1 x 24 jam dilakukan pembahasan pertama untuk menentukan sikap dari sentra Gakumdu, apakah di proses lebih lanjut dalam penyelidikan dan klarifikasi Panwaslu terhadap semua pihak,baik pelapor,terlapor dan saksi-saksi,”kata Taufik.
Ia menambahkan,memang ada petugas Panwascam yang melaporkan hal pembagian amplop berisi uang tersebut.
Laporan pun di terima di sertakan dengan tanda bukti terima lapora dari Panawalsu ke penasehat hukum paslon nomor 2.
Atas laporan dugaan money politik tersebut,ketua tim pemenangan paslon nomor urut 1 Noor Ifansyah di konfirmasi,Jum’at (22/06/2018) menepis kalau kegiatan tersebut bukanlah kegiatan resmi dari paslon nomor 1.
“informasi secara informal yang di terima bahwa kegiatan tersebut silaturahmi dan kebutulan cabup Sukamta di undang dalam silaturahmi tersebut. Yang jelas bukan acara resmi kampanye, hanya saja cabup di beri kesempatan untuk memberikan sambutan,dan soal siapa yang membagikan amplop berisi uang tersebut tidak mengetahui siapa orangnya,termasuk yang megundang juga tidak ada koordinasi ke tim karena juga tidak ada jadwal kampanye di tempat tersebut,sebab kalau acara resmi pasti melaporkannya terlebih dahulu ke pihak Kepolisian secara resmi untuk minta di dampingi,”bebernya.
Namun pada prinsipnya tambah Ifansyah tetap menghormati dan menegakkan hukum dan junjung tinggi hukum yang berlaku, jika apa yang di sangkakan kepada tim paslon nomor urut 1,tutupnya.Tung

2
66%
like
0
0%
love
0
0%
haha
1
33%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook