TOKOH

Gowes Sendiri Ke Pelosok Desa

INFOTANAHLAUT.COM-Hari Sabtu yang merupakan hari libur kerja bagi PNS, siapa yang menduga wakil bupati Tala H Sukamta yang gemar melakukan olahraga bersepeda dengan dandanan seorang biker, lengkap dengan tas pinggang berisi makanan ringan, air minum, dan tanpa di temani siapapun bersepeda kepelosok-pelosok desa. Jalur yang di lalui kerap yang di gunakan bekas event lomba sepeda gunung, atau jalur bagi warga desa yang menuju sawah atau kebun mereka.

Awalnya, kebiasaan Sukamta yang sejak dulunya juga gemar memancing ikan hingga kini, jangan di tanya apa nama sungai yang tidak pernah ia jelajahi untuk sekedar memancing, sudah pasti nama-nama sungai itu hapal di luar kepala, kadang bersama beberapa teman dan kadang sendiri memancing ikan saat dulu belum menjabat sebagai wakil bupati.

Jika tidak ada kesibukan tugas dinas, Sukamta jauh lebih memilih untuk bersepeda sampai ke pelosok desa yang mungkin hanya bisa di jamah jalur transportasi oleh sepeda motor atau hanya jalan setapak.

Kegiatan bersepeda yang menjadi kegiatan hobby orang kelahiran Kulon Progo Yogakarta ini kadang bisa ia lakukan bersama beberapa teman atau bahkan sendiri. Memegang jabatan sebagai wakil bupati bukan lantas menghambatnya untuk bersepeda, justru dengan jabatan sebagai wakil bupati yang di amanahakan rakyat Kabupaten Tanah Laut, Sukamta jauh lebih intens dalam hal untuk manunggal bersama rakyat di Kabupaten Tanah Laut dari pelosok mana saja dalam rangka menggali aspirasi di masyarakat, siapa tahu ada program Pemkab Tanah Laut yang belum sampai ke desa.

Bahkan, acap kali dengan gayanya yang tidak menampakan seperti pejabat, Sukamta kadang pun tidak di kenali orang ketika mengenakan pakaian Gowes plus penutup kepala dari kain (Slayer) layaknya penampilan seorang rocker, barangkali dengan memiliki kulit sedikit hitam, maka orang kampung dari pelosok desa yang di jumpainya menganggap Sukamta seperti orang biasa, plus dengan khas wajahnya orang Jawa.

Gelak tawa kadang pun memecah saat Sukamta mampir ke warung warga, dan berdialog dengan warga, itupun kadang warga yang lama di ajak dialog dengan Sukamta belum mengenal sosok wakil bupati yang blusukan ke desa, baru setelah cukup lama berdialog Sukamta pun memperkenalkan dirinya.

“kegiatan ke pelosok desa ini jelas memilih waktu saat libur kerja, dan tidak ada kegiatan kedinasan lain atau ada acara lain, memang banyak beragam aspirasi yang muncul di masyarakat ketika bersepeda sampai ke desa-desa yang jaraknya jauh dari ibukota kecamatan yang sudah di datangi, di samping itu sambil melihat kondisi alam yang di lewati, kadang ada menemukan alam yang rusak akibat ulah manusia dan kadang ada pemandangan alam yang menakjubkan untukdi abadikan lewat kamera handphone,” ucap Sukamta, Sabtu (4/3) pekan tadi.

Ia menambahkan, diakui memang kadang ada warga yang belum kenal saat di jumpai di desa, namun biasanya pada awal adalah membuka dialog terlebih dahulu, apa –apa yang menjadi keluhan masyarakat, baru semua setelah di tampung bahkan di catat, maka memperkenalkan diri, nah saat itulah kepolosan warga yang memang rasional di terima oleh akal dalam menyampaikan aspirasi untuk desanya kadang merasa malu atau menjadi tidak enak, namun hal itu justru yang di tunggu-tunggu dan menjadi harapan untuk masukan-masukan, yang selanjutnya bisa di bahas di tingkat kabupaten melalui dinas terkait terhadap program pemerintah daerah.

Sukamta berharap, tidak semata hanya sibuk di dalam urusan dinas, namun dengan datang langsung ke warga, melihat serta mendengar apa yang menjadi keinginan mereka, maka lewat gowes inilah sarana yang tepat untuk di gunakan, tutup Sukamta.baz

 

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook