PEMKAB TALA

Harus Tahu Perubahan Hari Per Hari Ditempat Tugasnya

INFOTANAHLAUT.COM-Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian harus mengetahui siklus perubahan hari demi hari di wilayah ia bertugas sebagai pekerjaan utama mereka, komunikasi antara petani dan PPL mutlak dilakukan, tidak juga semata pendekatan prinsip ke petani itu door to door, namun melalui kelompok, karena dengan pendekatan kelompok jika petaninya tidak aktif pastilah tidak bisa terlayani, PPL sendiri membina satu kawasan atau satu desa, sehingga jika dengan mendatangi satu per satu tidaklah mungkin, demikian di utarakan Dr.Ir.Siti Munifah,M.si selaku kepala Pusat Penyuluh (Kapusluh) pada Kementerian Pertanian yang juga pembicara pada saat seminar Penyuluhan Pertanian, Kamis (19/4) di gedung Balairung Tuntung Pandang.
Seminar mengangkat tema “kita tingkatkan profesionalisme penyuluh dalam rangka menyikapi regulasi kelembagaan dan ketenagaan penyuluh pertanian”.
Seminar juga dalam rangka untuk meningkatkan profesilnalisme, menjalin silatuhami Penyuluh Pertanian dan momen menyatukan para Penyuluh se Kalimantan Selatan dan Tengah.
Asisten bidang Pemerintahan Bambang Kusudarisman yang membuka seminar mengatakan, merevitalisasi agar Penyuluh kedepannya lebih profesional sehingga tidak hanya berdampak terhadap pelaku agribisnis tapi juga mampu mensejahterakan para penyuluh.
“Para penyuluh ini banyak sekali jasanya, karena ilmu yang di berikan apabila di manfaatkan secara terus menerus menjadi amal yang tidak pernah putus. seminar di harapkan mampu membuat para penyuluh lebih memahami regulasi kelembagaan dan ketenagaan yang baru,”kata Bambang.
Kapusluh Kementerian Pertanian RI Dr.Ir.Siti Munifah,M.si usai seminar mengatakan, output seminar yang di harapakan para Penyuluh dapat lebih profesional bekerja di bidangnya.
Sementara saat di singgung bahwa di Kabupaten Tanah Laut masih kekurangan tenaga PPL ?
Menurut Siti, menyangkut program untuk menanggulangi kekurangan selama ini di programkan untuk meminta kepada pemerintah daerah perbanyak rekruitmen penyuluh swadaya atau penyuluh honor daerah atau PTT yang intinya bisa di kendalikan daerah, karena untuk di Kementerian Pertanian sendiri masih belum ada membuka formasi dimaksud, ujarnya.
Terpisah, ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Tanah Laut Teguh Wijono mengungkapkan, memang menyangkut permasalahan PPL ini bervariasi ada yang karena menyangkut masalah pribadi dan ada yang menyangkut ke dinasan. Kalau hanya menyangkut persoalan pribadi PPL, maka sama-sama dilakukan pendalaman yang di sarankan untuk bisa di tuntaskan secara kekeluargaan, akan tetapi jika menyangkut masalah ke dinasan maka di berikan gambaran cara bagaimana mengatasinya agar timbul motivasi baru lagi.
Faktor kesejahteraan memang acap kali membawa pengaruh bagi PPL saat bertugas. Mengenai masalah kesejahteraan diakui oleh Perhiptani sudah standar saja di dapat.
“beberapa dari diskusi dengan PPL menyarankan untuk bisa kiranya membuka usaha sampingan selaian sebagai PPL tugas utama, baik berkebun atau berdagang, dan bidang usaha lainnya,”kata Teguh Wijono.
Kabupaten Tanah Laut sendiri kini masih kekurangan tenaga PPL. Yang ada sekarang hanya 124 orang, dan itu di rasakan masih sangat kurang sehingga 1 orang PPL ada yang merangkap 3 desa.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook