PERISTIWA

Haruskah Jadi Keluarga Pejabat Dulu Agar Jadi PTT

INFOTANAHLAUT.COM-Selasa pagi (9/4/2019) sekitar 30-an kaum muda dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Kabupaten Tanah Laut mendatangi gedung DPRD Tala, dan mereka menyampaikan aspirasi dalam bentuk aksi damai. Selama dalam perjalanan menuju gedung DPRD Tala mendapat pengawalan dari personil Polres Tala dan aksi mereka pun mendapat perhatian warga.
Ada 6 aspirasi yang di sampaikan PMII Tala kepada wakil rakyat, utamanya yang menyangkut proyek fisik dan non fisik di antaranya transparansi keberadaan atau lanjutan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hasan Basri, yang belakangan mangkrak dan semakin di tumbuhi rumput liar, fatalnya mereka menilai menjadi sebuah tempat mesum, kemudian eks bangunan pasar lama yang tiada kejelasan fungsinya setelah bertahun-tahun tidak ada yang namanya kegiatan sebuah pasar, meminta kejelasan penggunaan bangunan pasar Bajuin Plaza yang kini telah dilakukan rehab ringan, dan terkait non fisiknya tentang transparansi rekrut tenaga honorer di semua SKPD karena di duga hanya menerima keluarga atau orang dekat pejabat, hingga mempertanyakan forum Coorporate Social Responsibility (CSR) yang tidak di ketahui kemana anggarannya di gunakan, termasuk pula menolak penambangan di pegunungan Meratus. Salah seorang peserta aksi damai bahkan meneriakkan, apakah harus berkeluarga dengan pejabat dulu baru bisa jadi PTT.
Kedatangan para peserta aksi damai PMII cabang Tanah Laut di terima 3 orang anggota DPRD Tala yakni Ikwan Khariri anggota komisi 3, Malik dari fraksi Nasdem dan Endang dari fraksi PKB.
Para peserta aksi semula di tawarkan untuk berdialog ke dalam ruang sidang utama, namun mereka menolak dan lebih memilih berdialog di teras gedung DPRD.
Sambil berorasi, para peserta aksi sambil membentangkan spanduk-spanduk. 3 anggota DPRD Tala pun dengan seksama menyimak orasi yang di sampaikan.
Al hasil, menghakhiri aksi damai PMII cabang Tanah Laut ini pun dilakukan penandatanganan naskah tuntutan mereka di atas materai Rp 6.000.
Juru bicara aksi damai Noorsalim Yahya kepada 3 anggota DPRD Tala mengatakan, jika dalam tempo 10 hari kedepan tuntutan tidak di respon atau di tanggapi, maka akan menurunkan peserta aksi dalam jumlah yang lebih banyak, termasuk mengajak masyarakat Tanah Laut agar masyarakat tahu kinerja wakil rakyat yang sudah di pilih rakyat.
3 orang anggota DPRD Tala pun membubuhkan tandan tangan di atas materai Rp 6.000 atas tuntutan mereka, dan aksi damai pun dapat bubar dengan tertib serta aman.
Anggota komisi 3 DPRD Tala Ikhwan Khariri usai aksi damai mengatakan, atas tuntutan mereka secara pribadi akan membawanya ke dalam rapat terutama dalam rapat anggaran dan di internal komisi 3 sendiri.
Ikhwan menambahkan, nanti jika ada jadwal rapat dengan dinas-dinas terkait, maka apa yang di sampaikan tadi pun kembali di suarakan. Yang terbaru mungkin pada rekomendasi LKPJ karena sedang dalam pembahasan anggaran tahun 2018, maka beberapa aspirasi mereka akan di sentil seperti RTH Hasan Basri, kemudian Bajuin Plaza, dan bangunan pasar lama.
Terkait aspirasi rekruitmen PTT diakui Ikhwan memang ada mendapat isu seperti yang mereka ungkapkan, namun masih belum cukup kuat dengan data kalau melakukan rekomendasi dan sebagainya.
“Namun itu coba di tindak lanjuti dengan komisi 1 yang membidangi masalah kepegawaian,”tutup Ikhwan.Tung

10
90%
like
1
9%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook