RELIGI

Hasan Bakal Tampil Dilayar Kaca

INFOTANAHLAUT.COM-Muhammad Wildy Lutfhi Hasan atau biasa di sapa Hasan, siswa kelas 5 di MIN 2 Pelaihari patut di acungkan jempol karena ia menjadi peserta ke-18 dari program Hafiz Indonesia 2017, Hasan barangkali mewakili ratusan ribu anak-anak seumurnya di Kabupaten Tanah Laut yang telah terbang ke Jakarta guna mengikuti program tersebut.
Oleh-oleh Hasan untuk warga Kabupaten Tanah Laut setelah menjalani masa karantina di Jakarta tersebut, sudah barang tentu di tunggu-tunggu, karena hasil dari perjuangan Hasan di Jakarta akan di tayangkan di program Hafiz Indonesai 2017 pada bulan Ramadan mendatang di salah satu stasiun televisi swasta.
Sejak keberangkatannya untuk menjalani proses syuting HI 2017 di Jakarta pada tanggal 15 Maret 2017 lalu, Hasan mengaku senang dapat membawa nama daerahnya pada even di tingkat nasional ini, meskipun ia harus sejenak meninggalkan bangku sekolah dan waktu bermainnya, kendati hasil yang di dapat masih belum maksimal, namun Hasan sudah berupaya berjuang selama di Jakarta, dan tidak luput dari support sang orang tuanya Mulyadi.
Menjalani masa proses syuting dan karantina di Jakarta, Hasan banyak mendapat ilmu pengetahuan dan pengalaman, utamanya yang menyangkut tentang bagaimana membaca Alqur’an dengan baik dan benar.
Fase saat proses syuting dilaksanakan, Hasan dan para peserta lainnya dari daerah Sulawesi, Ternate, Tegal, Malang dan Pulau Nias tentulah terlebih dahulu di beri pembekalan untuk di tampilkan pada panggung HI 2017.
Cerita Muliyadi orang tua Hasan, Selasa (18/4) mengatakan, bahwa Program HI 2017 ini merupakan program yang bertujuan selain kompetisi juga sebagai media Dakwah agar dapat mencintai Alqur’an, membaca, menghafalkan serta mengamalkannya pada kehidupan sehari-hari sebagai seorang muslim yang di pupuk sejak usia dini.
“mengikuti ajang ini adalah untuk mencari pengalaman dan menimba ilmu tentang alqur’an, karena para official maupun dewan juri pada program ini adalah orang yang sangat berkompeten pada bidang ini. Seperti Syekh Ali Jaber, Abi Amir, Ka Nabilah dan di tambah para ustadz yang menjadi trainer pada proses karantinanya,” jelas Mulyadi.
Saat ini Hasan telah kembali ke daerahnya dan kembali ke sekolahnya MIN 2 Pelaihari. Diakui, telah banyak ketinggalan pelajaran karena mengikuti proses program ini.
Peran Fahlansyah,Sag selaku kepala sekolah MIN 2 Pelaihari juga turut menjadi pemicu semangat Hasan untuk bertolak ke Jakarta, dengan telah memberikan konpensasi yang luar biasa dengan memberikan kesempatan kepada Hasan untuk melaksanakan ulangan susulan yang terlewatkan.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook