PUBLIK

Hidup Susah, Tetap Tabah Ditambah Permasalahan

INFOTANAHLAUT.COM-Menempati sebuah rumah yang hanya berukuran 4×8 meter persegi, yang terbuat dari daun Nipah, baik di bagian dinding maupun atapnya, cukuplah untuk melindungi mereka dari teriknya sinar matahari maupun siraman hujan. Rumah yang berada di Desa Ranggang Rt 09 Kecamatan Takisung, itulah ia rumah Sarifudin bersama isterinya Pita dan dua orang anaknya Saripah (7) dan Muhammad Faisal ( 7 bulan).

Sepeti halnya Saripah yang kini duduk di kelas 1 pada SDN Ranggang 1, sosok bocah perempuan ini nampak sehat dalam kondisi sekarang, padahal sebenarnya ia adalah korban penusukan yang terjadi pada tanggal 17 Januari 2017 lalu. Pelaku penusukan sendiri tidak lain adalah teman bermainnya sendiri.

Kabarnya, saat peristiwa itu terjadi hanya karena persoalan tidak di beri makanan berupa krupuk oleh si pelaku yang juga masih di bawah umur, maka peristiwa berdarah itupun tak kuasa untuk di elak.

2 bulan berlalu, Saripah yang kini nampak sehat pasca penusukan itu bisa kembali masuk sekolah dan bermain layaknya anak-anak seusianya.

Kehidupa rumah tangga Sarifudin yang sederhana dan bisa di bilang susah, lebih susah lagi saat peristiwa penusukan itu terjadi, namun kini telah di tangani oleh pihak yang berwajib.

Sarifudin sendiri bekerja di sebuah pembuatan kayu arang di Desa Ranggang, dari pagi hingga sore hari meningalkan rumah, demi menghidupi kedua anak dan isterinya.

Ditemui di rumahnya pada Sabtu (11/3) sore pekan tadi, hanya ada Saripah dan Pita di rumahnya.

Pita mengatakan, terkait penusukan itu sudah beres di selesaikan, dan biaya pengobatan juga di bebaskan kepada putrinya saat di rawat di rumah sakit H Boejasin Pelaihari.

Hanya saja, saat di tanya apakah rumah mereka pernah di ikutkan dalam program bedah rumah, Pita menjawab tidak pernah ada, baik oleh aparat desa sendiri tidak pernah mengikutkan, sehingga kerusakan bagian rumah dilakukan tambal sulam oleh suaminya sendiri.

Perabotan rumah tangga yang mereka miliki hanya sebuah TV dan kipas angin, tidak ada lemari baju untuk menyimpan pakaian, hanya sebuah bak besar dan pakaian yang berserakan di ruang tengah, sementara untuk listriknya pun ikut pada rumah di dekatnya yang juga masih ada ikatan keluarga.

Kondisi rumah Sarifudin memang layak untuk di bedah rumah. Namun konon kabarnya, keberadaan rumah mereka pun akan di lakukan perbaikan ringan. Sejumlah material kayu, atap Asbes dan dinding Kalsiboard sudah mulai parkir di samping rumah mereka.

Hidup dalam kondisi yang susah, di tambah lagi dengan persoalan penusukan terhadap putrinya itu, cukuplah membuat kita untuk bisa mengambil hikmah besar dalam kehidupan yakni sabar.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook