KECELAKAAN

HL Gagal Memperkosa

INFOTANAHLAUT.COM- Mengaku karena khilap, HL (34) warga di Desa Handil Birayang Kecamatan Bumi Makmur bermaksud memperkosa Bunga (15) warga di Kecamatan Tambang Ulang dan bukan nama sebenarnya gagal total, pasalnya Bunga sendiri saat akan di gagahi oleh HL tengah mengalami haid.
Kejadiannya sendiri terjadi pada hari Senin (3/4) kemarin di sebuah tempat yang sunyi, tepatnya masuk dalam Desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin yang lokasi tersebut berada di hutan karet.
Awal perkenalan HL dan Bunga sendiri hanyalah lewat sebuah pesan singkat atau SMS, hingga berujung pada sebuah pertemuan, dan HL sendiri rela menjemput Bunga dengan motor Maticnya berwarna merah bernomor polisi DA 6770 LAD.
Untungnya, si Bunga saat itu tengah mengalami haid, sehingga HL pun mengurungkan niatnya untuk menyetuhubi Bunga, dan karena Bunga dalam kondisi demikian, maka oleh HL di tinggalkan begitu saja di dalam kawaan kebun karet.
Sendirian di dalam hutan karet, Bunga pun mencoba untuk berjalan walau dengan kondisi yang tertatih-tatih, pasalnya saat itu Bunga sempat meronta-ronta karena di paksa untuk melakukan hubungan intim.
Dalam kondisi lemah itulah, ada melintas salah seorang warga, maka Bunga pun di tolong warga itu dan menyerahkan Bunga kepada Pos Satpam PTPN XIII. Oleh satpam PTPN XIII sendiri selanjutnya menyerahkan Bunga ke kantor Polsek Pelaihari Kota.
Kejadian itu sendiri menjadi sejarah berharga dalam seumur hidup Bunga, saat berada di kantor Polsek selama 2 hari, Bunga sudah kelihatan bisa di ajak bicara oleh petugas Polwan di bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Kejadian yang di alami Bunga sendiri terjadi pada hari Senin (3/4) kemarin sekitar pukul 13.00 wita.
Hasil penyelidikan polisi kepada Bunga, akhirnya anggota Polsek Pelaihari Kota di bantu Buser Polres Tanah Laut dapat menangkap HL pada Rabu (5/4) malam kemarin.
Kini HL pun harus meringkuk di sel Polsek Pelaihari Kota guna menjalani pemeriksaan atas percobaan perkosaan tersebut.
Kapolsek Pelaihari Kota Iptu Matnur dalam keterangan persnya Kamis (6/4) mengatakan, modus yang dilakukan pelaku berpura-pura telpon yang nyasar kepada korban yang memang sudah di incarnya, lantas pelaku memperkenalkan diri dan membujuk korban, dan janjian di suatu tempat.
“korban barangkali terbuai oleh rayuan pelaku, dan mau saja menuruti, maka di jemputlah korban di sekitar rumahnya, hingga menuju kebun karet dan di paksa melakukan hubungan intim,” terang Matnur.
Sementara pelaku HL yang bekerja sebagai pekerja tambang emas manualan sendiri mengaku saat itu dirinya khilap melakukan hal demikian.
“saya menyesal pak, dan jujur saja isteri saya tidak pernah lagi member jatah itu,” jelasnya.
Barang bukti pun di sita seperti 1 buah HP, sepeda motor pelaku, serta pakaian korban. Ia sendiri di jerat UU tentang Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara, namun karena gagal memperkosa maka hukumannya menjadi seperempat saja, demikian Kapolsek Pelaihari Kota Iptu Matnur.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook