WISATA

Hutan Galam Perawan Embrionya Eko Wisata

INFOTANAHLAUT.COM- Kalau kita berjalan di dalam hutan dan terdapat beragam macam pohon di dalamnya, mulai dari yang besar sampai kecil, dari yang rendah sampai yang tinggi, mungkin sudah menjadi hal yang biasa.
Tapi ini, mungkin merasakan beda saat berjalan di dalam hutan yang hanya di tumbuhi tanaman satu jenis yang tumbuh bergitu rapat-rapat letaknnya. Itulah ia pohon kayu Galam. Soal bagaimana kesannya hal itu tergantung anda yang menilai ketika berada dalam hutan galam.
Di daratan Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Tanah Laut kayu Galam mungkin sekarang sudah agak susah di dapat karena di tebang dan di gunakan sebagai kayu bakar oleh masyarakat tertentu.
Akan tetapi bagi perusahaan besar tambang batubara di Kecamatan Jorong, aset hutan galam yang ada di dalam kawasan lahan perusahaannya jutsru di pertahankan dan di coba untuk di kembangkan sebagai sebuah objek wisata alam.
Berada di dalam hamparan lahan seluas kurang lebih 12 hektar, pohon-pohon kayu galam yang tumbuh rapat-rapat bak sisir rambut, dapat di jumpai di dalam kawasan PT. Jorong Barutama Grestone (JBG).
Berjalan di atas jembatan kayu yang juga dari hutan galam sepanjang kurang lebih 650 meter dan menggunakan alas jembatan bekas karet untuk membawa batu bara dari stok file ke kapal tongkang tidaklah terasa panas oleh sengatan matahari, karena memang kondisi pohon-pohon galam yang tumbuh rapat-rapat dan cukup tinggi.
Pihak perusahaan sendiri berkomitmen untuk tidak menebang pohon-pohon galam tersebut guna membuat jembatan perlintasan, namun kayu-kayau galam untuk jembatan beli dari luar.
Tidak jauh dari hutan galam, juga terdapat pantai yang di gunakan untuk keperluan loading batubara perusahaan tersebut. Aset pantai ini sendiri termasuk hutan kayu galam akan di lepas perusahaan pasca tutup tambang kepada Pemkab Tanah Laut.
Yanti, salah seorang dokter perawat karyawan perusahaan, Kamis (8/2) kemarin saat melihat lebih dekat kondis hutan galam mengatakan, upaya melestarikan hutan galam ini patut untuk di dukung, karena banyak manfaatnya, baik untuk tempat wisata, penelitian dan juga edukasi bagi siswa sekolah.
“mungkin perlu di tambah sarana lain, seperti gazebonya di tambah, sebab siapa tahu pas lagi berada dalam kawasan hutan tiba-tiba hujan, dan juga tambahan bak sampah,” katanya.
Hutan galam ini membawa prospek yang cocok untuk di jadikan wisata alam, terlebih saat nanti aset perusahaan di serahkan ke Pemkab Tala.
Kepala Dinas Pariwisata Tala Akhmad Khairin soal ini mengungkapkan, hutan galam tersebut memang konsep awalnya adalah ekowisata atau kepariwisataan yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam.
“hutan galam jelas ada unsur pelestariannya,”jelas Khairin.
Pohon galam identik dengan Bekantan, jenis satwa sebangasa kera ini biasanya bergelantungan di pohon galam, namun saat itu sangat di sayangkan Bekantan belum menampakan dirinya di hutan galam PT. JBG.
Jembatan di dalam hutan galam sendiri menjadi akes bagi karyawan perusahaan untuk menuju sebuah kantin di pesisir pantai yang di gunakan untuk keperluan makan bagi karyawan.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook