PERISTIWA

Insiden Di TPS 7 KPU Sempat Sport Jantung

INFOTANAHLAUT.COM-Insiden yang sempat membuat panik petugas pemungutan suara terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 7 Desa Telaga Kecamatan Pelaihari, Rabu (17/4/2019), pasalnya panitia pemilihan pada TPS tersebut sempat resah menyusul tidak adanya surat suara untuk capres dan cawapres. Dengan kondisi demikian pelaksanaan pencoblosan pun sempat tertunda dari waktu yang di tentukan yakni pukul 07:00 wita adalah waktu saat di bukanya pencoblosan.
Warga setempat pun ikut resah lantaran surat suara untuk capres tidak di temukan, pun kabar tersebut sampai ke telinga bupati Tala H.Sukamta, namun pada saat itu baik bupati bersama forkopimda dan Tim Desk Pemilu Kabupaten Tanah Laut yang menggunakan motor trail melakukan pemantauan di sejumlah TPS segera menuju TPS 7 karena mendengar kabar surat suara capres tidak di temukan.
Bupati Tala yang tiba ke TPS 7 mencoba menenangkan warga di sana, dan meminta panitia di TPS untuk melakukan pengecekan logistik yang telah di distribusikan KPU Tala.
Ketua KPU Tala Arief Muhkyar pun tiba di lokasi TPS 7 guna memastikan apakah benar surat suara capres tidak ada.
Ketua KPU Tala Arief Mukhyar dalam penjelasannya mengenai sempat hilangnya surat suara capres yang tidak ada di TPS 7 mengatakan, pelaksanaan pencoblosan memang sempat tertunda sesaat, dan atas laporan tidak adanya surat suara capres melakukan langkah koordinasi ke Bawaslu untuk mencari solusi, apakah ambil surat suara di kantor KPU kalau masih ada dan ternyata tidak ada lagi, atau dari 206 surat suara capres yang di butuhkan TPS 7 mengambil dari TPS terdekat.
“Namun semuanya dapat merasa lega, karena surat suara capres ternyata berada di bawah meja di temukan dalam kantongan plastik, dimana saat itu salah seorang petugas di TPS 7 hendak mencari formulir C2 dan ternyata tergabung bersama formulir C2 dalam satu kantong plastik. Ini hanya karena kurang ketelitian saja dari petugas di TPS dan tidak ada istilah hilang,”ungkap Arief dengan wajah terlihat lega.
Formulir C2 sendiri adalah untuk mencatat kejadian khusus, contohnya untuk menggeser surat suara ke TPS lain.
Pelaksanaan pencoblosan dapat berjalan normal kembali di TPS 7 hingga sampai proses perhitungan suara, karena insiden tersebut sempat pula menjadi kabar menghebohkan warga Pelaihari. Bahkan kabarnya dari KPU provinsi Kalsel pun datang ke Kabupaten Tanah Laut guna mengclearkan kabar di maksud.
Bupati Tala mengatakan, memang tadi sempat ada sedikit insiden baik di TPS 7 maupun TPS 4 Desa Telaga. Dimana surat suara untuk DPD masuk ke kotak suara presiden, tapi ternyata surat suara presiden bukan hilang atau ketinggalan tapi masuk kedalam bungkusan plastik bersama sejumlah formulir lainnya.
“Diakui semua warga maupun panitia TPS sempat panik karena 206 surat suara capres sempat tidak ada, Alhamdulillah setelah di cari-cari surat suara capres di temukan,”kata bupati Tala.
Kendati sempat terjadi insiden tersebut, secara umum pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Tanah Laut dapat berjalan dengan lancar, aman dan tertib.
Pada pelaksanaan hari H pencoblosan, bupati Tala dan forkopimda serta Tim Desk Pemilu Kabupaten Tanah Laut melakukan pemantauan di sejumlah TPS di wilayah dalam kota Pelaihari menggunakan motor trail, dan mengakhiri pemantauan pencoblosan berada ke Rutan kelas IIB Pelaihari.Tung

3
50%
like
3
50%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook