PENDIDIKAN

Intelijen Kejaksaan Datangi SMP Negeri 8

INFOTANAHLAUT.COM-Selasa pagi (5/3/2019) sekitar pukul 10.00 wita, 2 unit mobil operasional Kejaksaan Negeri Pelaihari Hilux Dobel kabin warna hitam yang di dalamnya ada Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri Pelaihari Toni Yuswanto, SH beserta jajaranya dengan mobil lainnya berupa Kijang yang sudah bergambar (Brending) karikatur seorang jaksa, mendatangi SMP Negeri 8 di Desa Bumi Jaya Kecamatan Pelaihari. 2 orang jaksa dari bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Pelaihari lainnya yang mendampingi Kasi Intelijen Kejaksaan datang dengan mengenakan seragam satuan Adhiyaksa. Mereka langsung masuk ke salah satu ruangan kelas sambil membawa sejumlah berkas di dampingi kepala sekolah Ahmad Rifa’i, sementara beberapa orang guru lainnya terlihat tengah duduk-duduk di kantor sekolah sambil memperhatikan pihak Kejaksaan dan kepala sekolah yang ternyata menuju ruang kelas VII A.
Kedatangan jajaran Intelijen Kejaksaan Negeri Pelaihari ke sekolah tersebut bukanlah untuk melakukan penggeledahan atau menyita berkas perkara hukum, akan tetapi mereka datang ke sekolah untuk memberikan penyuluhan soal hukum kepada siswa SMP Negeri 8 yang terangkai dalam program “Jaksa Masuk Sekolah” (JMS).
Para siswa dan siswi SMP Negeri 8 keseluruhan berjumlah 101 orang siswa, dan sekolah ini baru berumur 2,5 tahun. SMP Negeri 8 juga merupakan sekolah yang pembangunannya di bantu Pemerintah Australia, dan sekolah ini juga bisa menampung siswa difabel, akan tetapi siswa yang mengalami difabel tidak ada di temukan di sekolah ini.
Siswa dan siswi yang terdiri dari kelas 7,8 dan 9 pun jadi satu mengikuti sosialisasi tentang hukum dari Kejaksaan Negeri Pelaihari.
Sebagai opening, Kasi Intelijen Kejakasaan Negeri Pelaihari Toni Yuswanto,SH memberikan pertanyaan kepada siswa apa itu Kejaksaan.
Siswa yang bisa menjawab pun di minta maju ke depan. 3 orang siswa maju namun masih belum bisa menjawab, dan oleh Toni pun di berikan penjelasan tentang apa itu Kejaksaan. Kejaksaan juga memberikan bingkisan kepada siswa yang berani maju dan bertanya.
Ahmad Rifa’i, Spd kepala sekolah SMP Negeri 8 di sela-sela sosialisasi mengungkapkan, kedatangan pihak Kejaksaan sangatlah membawa manfaat bagi siswa dan juga para guru-guru, dan kunjungan ini baru kali pertama.
“Para siswa bisa mendapatkan tambahan ilmu tentang hukum yang ada di Kejaksaan, selama ini yang datang dari Kepolisian dan Dinas Kesehatan, apa lagi masalah hukum yang berkaitan erat dengan mata pelajaran PPKN,”ungkap Rifa’i.
Toni Yuswanto kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Pelaihari di sela-sela sosialisasi JMS mengungkapkan, pada program JMS bertujuan untuk mengenalkan sejak dini kepada siswa mengenai hukum, setidaknya siswa dapat menjelaskan kepada keluarga apa itu hukum termasuk kepada masyarakat sekitarnya.
“Temanya kenali hukum dan jauhkan hukuman, dan dalam sub temanya memberikan pengenalan mengenai Kejaksaan. Di sisipkan pula mengenai bahaya narkoba dan kenakalan remaja,”jelas Toni.
Sementara oleh Adtya,SH salah seorang jaksa di bidang Intelijen menyampaikan materi tentang penyalah gunaan narkoba dan efek-efek yang di timbulkan dari narkoba. Sosialisasi lainnya dalam JMS yakni tentang kenakalan remaja yang di sampaikan oleh Natali,SH yang juga seorang jaksa wanita perparas cantik di bidang Intelijen.
Dalam paparan kenakalan remaja, Natali mencontohkan salah satunya ketika ada muda-mudi yang berduaan, janganlah berduaan di tempat-tempat yang sepi karena kemungkinan besar akan terjadi hal-hal lain, seperti salah satunya pelecehan seksual.
Di Kejaksaan Negeri Pelaihari sendiri saat ini ada terdapat 13 orang jaksa yang siap menangangi perkara hukum se Kabupaten Tanah Laut. Di paparkan pula bagaimana jika siswa kelak setelah lulus sekolah ingin menjadi seorang jaksa.
Siswa bahkan ada yang bertanya, berapa gajih seorang jaksa. Hal itu pun di jawab Kasi Intelijen bahwa gaji jaksa sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau biasa di sebut pegawai negeri, dan ada pula tunjangan-tunjangan yang di dapat.Tung

1
50%
like
1
50%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook