PENDIDIKAN

Ironis, 3 Tahun Lagu Indonesia Raya Tidak Terdengar

INFOTANAHLAUT.COM-Lagu Indonesia Raya yang sejatinya terdengar mengiringi bendera merah putih untuk di kibarkan pada tiang bendera di sertai dengan penghormatan oleh segenap siswa sekolah lewat sebuah upacara bendera, namun lagu Indonesia Raya selama kurun waktu 3 tahun ini tidak terdengar di SDN Riam Pinang Kecamatan Bajuin. Kalangan wali murid pun di buat geleng kepala, pasalnya anak-anak mereka yang sekolah di SDN Riam Pinang sangat jarang bahkan tidak pernah melaksanakan upacara bendera.
Pelaksanaan upacara bendera Senin (3/09/2018) kemarin di SDN Riam Pinang itu pun konon lantaran sekolah itu baru saja mendapat kunjungan dari Penilik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel dan upacara sendiri di laksanakan pada pukul 08.30 wita.
Ironis, cerita dari orang tua murid selama hampir 3 tahun sekolah tersebut tidak melaksanakan upacara bendera layaknya sekolah lain setiap hari Senin mengibarkan bendera merah putih.
Matahari kian meninggi dan waktu menunjukkan pukul 07.00 wita saat di kunjungi ke sekolah tersebut, namun tak satu pun murid sekolah itu terlihat. Cerita dari para orang tua murid kalau hal itu sudah biasa dan paling tidak pukul 08.30 wita baru datang muridnya, itupun gurunya belum datang.
Siswa SDN Riam Pinang memang sedikit yakni hanya 47 orang dengan guru sebanyak 10 orang, 5 orang PNS dan 5 orang PTT. Bangunan sekolah itu masih sangat kokoh dan bagus karena di antara bangunan kelas yang lain terdapat dua ruang kelas yang baru saja di rehab. Tidak jauh dari bangunan baru terdapat sebuah rumah dinas guru yang bahkan masih sangat bagus namun tidak di diami oleh guru.
NT, salah seorang wali murid menceritakan tentang kondisi sekolah tersebut.
Memang sangat jarang sekolah ada upacara bendera,dan pelaksanaan upacara yang dilakukan itu karena baru saja mendapat kunjungan dari Penilik dari Provinsi Kalsel. Selain jarang upacara para gurunya juga jarang datang dan fatalnya para guru malah sering berada di warung,ujar NT.
“sudah menjadi kebiasaan pada pukul 09.00 wita baru guru dan murid datang ke sekolah,”katanya pula.
Cerita NT cukup membuat miris hati. Pemandangan lain yang cukup memiriskan hati manakala saat upacara di langsungkan tidak semua guru ikut upacara bersama siswa,benar saja sebagian memang terlihat duduk di warung,sementara hanya 3 orang guru saja yang mengikuti upacara.
Keadaan tersebut pun membuat sebuah keprihatinan besar Komisi 2 DPRD Tanah Laut yang membidangi masalah pendidikan.
Malik ketua fraksi Nasdem dan anggota komisi 2 DPRD Tala angkat bicara.
Desa Riam Pinang bukanlah daerah yang terisolir,sarana jalan desa sudah mulus beraspal, bangunan sekolah juga sudah di rehab,namun dengan kondisi yang sangat jarang bahkan tidak pernah melaksanakan upacara bendera membuat hati miris,ujarnya.
“Tentu ini menjadi catatan untuk segera menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut,apa dan kenapa sampai harus begitu keadaanya,sementara anggaran untuk pendidikan terbesar ke dua setelah dinas PU,”kata Malik.
Sementara kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut Abdillah di konfirmasi soal ini pun berjanji segera menginstruksikan pengawas dan koordinator pendidikan dan kabid Bina Pendidikan Dasar (Dikdas) untuk mencermati informasi tersebut.
“Ini bahkan kemungkinan saya untuk turun langsung seperti yang sudah dilakukan di sekolah lain,dan menyangkut sanksi bisa saja di berikan menurut tingkatannya,”kata Abdillah.
Kondisi demikian menjadikan sebuah tanda tanya besar,apa sebenarnya muara permasalahan di sekolah tersebut,apakah ada menyangkut hak para guru yang mungkin ada yang tidak pas atau faktor lain. Semua pihak tentu harus duduk bersama mengurai sebuah permasalahan yang menyelimuti sekolah tersebut agar murid tidak menjadi korban dan guru tetap pada koridor kewajibannya untuk mencerdaskan anak bangsa.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
6
85%
sad
1
14%
angry

Komentar Facebook