SENI & OLAHRAGA

Isi Libur, Mahasiswa S2 Selami Budaya Banjar Madihin

INFOTANAHLAUT.COM- Yunita Nor Fitriana warga Desa Asam-Asam Kecamatan Jorong, yang kini duduk di bangku perguruan tinggi S2 di kota Malang JawaTimur, yakni Universitas Negeri Malang (UNM) asal Kabupaten Tanah Laut ini mendalami kesenian budaya Banjar yakni kesenian Madihin.
Yunita demikian panggilan akrabnya, saat berada di ruang tunggu Radio Siaran Pemerintah Daerah Tuntung Pandang FM milik Kabupaten Tanah Laut Kamis (7/7) menuturkan, sambil mengisi waktu libur kuliah di semester 3 jurusan S2 Pendidikan Bahasa Indonesia merasa begitu tertarik untuk memperdalam tentang kesenian Banjar, khususnya kesenian Madihin.
Ia bercerita, awal ketertarikan untuk mendalami kesenian Madihin ketika ada sebuah penyambutan seminar di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, dimanapadasaatitusajiankesenianMadihinmenjadihiburan. Dosendari UNM itu bertanya seperti apa, apa sebenarnya bentuk asli kesenian Madihin di Kalsel ini,” katanya.
Dari hasil itulah, Yunita pun harus kerja ekstra untuk mencoba menggali kesenian Madihin tersebut. Langkah Yunita nampaknya semakin tidak mengalami kesulitan dalam misinya menggali kesenian soal Madihin itu, dimana sang bundanya Umratul Mahfuzah berteman dengan salah seorang fans tokoh pemadihinan asal Kabupaten Tanah Laut tepatnya di Desa Benua Lawas Kecamatan Takisung yang punya nama Syahrani AR atau yang biasa di sapa Amang Syahrani.
Dari sinilah, Yunita mulai menggali apa itu Madihin kepada Amang Syahrani. Al hasil saat Amang Syahrani punya jadwal siaran tentang kesenian Madihin di radio Pemerintah Daerah Tuntung Pandang FM, makaYunita pun menyimak bait demi bait syair Madihin itu, serta langsung melihat secara langsung unjuk kebolehan Amang Syahrani yang piawai memanikan alat music gendang khas Banjar yang di sebut Terbang.
Yunita usai menyimak mengatakan, di temukan banyak perbedaan Madihin modern dengan Madihin aslinya. Bedanya, jika Madihin modern lebih banyak sisi entertaint, sementara yang asli lebih menonjolkan pesan, nasihat serta pesan moral sesuai dengan asal katanya “Madah” yang artinya mengingatkan.
Ia menambahkan, mengetahui budaya Madihin Banjar ini sendiri ketika ada informasi dari sang bunda, bahwa di radio milik pemkab Tala setiap hari Kamis menanyangkan secara live kesenian Madihin itu.
Langkah Yunita ini patut di acungkan jempol. Menjadi harapan agar mahasiswa bisa menyelami budaya nusantara dari berbagai daerah di tengah-tengah era modern sekarang, pendek kata kontribusi bagi mahasiswa dari Tanah Laut ini bisa mengangkat budaya daerahnya masing-masing.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook