PEMKAB TALA

Jangan Sampai Perushaan Sukses Rakyat Menderita

INFOTANAHLAUT.COM-Wakil bupati Tala Abdi Rahman menegasakan, kepada perusahaan di Tanah Laut utamanya perusahaan kelapa sawit jangan sukses sendiri di daerah ini akan tetapi masyarakat belum sejahtera, atau dengan kata lain malahan ada pihak yang di rugikan.
“Saya meminta kepala dinas terkait harus tegas dan jangan tanggung-tanggung, tentunya kita berterima kasih bagaimana pembangunan dan kerukunan yang luar biasa, kontribusi yang secara langsung dan tidak langsung akan terus di rasakan, dan yang tidak langsung mungkin perekonomian masyarakat ada manfaatnya dengan mewajibkan masyarakat ikut plasma,”kata wabup.
Wabup menambahkan, dari pengamatan juga melihat banyaknya pekerja sawit yang tidak di perhatikan, contohnya PHL (Pegawai Harian Lepas) sampai beberapa tahun terus menerus menjadi PHL, sawitnya sudah menghasilkan, perusahaan sudah menjadi kaya, tapi masyarakatnya tetap menjadi PHL, bahkan sampai terjadinya konflik. Program plasma kelapa sawit barangkali hanya modus belaka, hanya mengambil dana ke bank saja, saya minta agar tidak ada lagi dusta di antara kita, demikian hal tersebut di utarakan wakil bupati saat rapat koordinasi pelaksanaan dan pengelola plasma kelapa sawit antara PT. Pola Kahuripan Inti Sawit (PKIS), dan Koperasi Bina Bersama, Senin (5/11/2018) kemarin di aula Dinas Tanaman Pangan, Holtikulkura dan Perkebunan Tala.
Wabup dalam rapat tersebut mengungkapakan telah membicarakan dengan Dinas Pendapatan, bagaimana membuat kewajiban PBB tersebut di bedakan. PBB tanah biasa dan PBB perkebunan yang menghasilkan, sehingga perusahaannya sejahtera rakyat juga sejahtera jangan sampai perusahaannya besar, masyarakat tetap menjadi PHL.
Dalam rakoor juga di hadiri kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hiltikultura Mustahdi, staf ahli bidang ekonomi dan keuangan, anggota DPRD Tala Komisi II Made Lutra dan Syaifuddin, pihak perusahaan dan Koperasi Bina Bersama.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
100%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook