PUBLIK

Jangan Takut Direhabilitasi Jika Keluarga Terindikasi Narkoba

INFOTANAHLAUT.COM-Bagi keluarga anda terindikasi pengguna narkoba, jangan takut untuk di rehabilitasi oleh Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Tanah Laut dan tidak ada istilah di tangkap, karena di BNNK Tanah Laut pengguna narkoba di bina sungguh-sungguh agar bisa melupakan dan menjauhi narkoba.
Di utarakan kepala BNNK Tanah Laut Firmansyah, Kamis (7/2/2019) di secretariat BNNK Tanah Laut Jalan Gembira Pelaihari, banya masyarakat yang salah kaprah tentang BNNK yang di kira menangkap para pengguna narkoba, padahal sebenarnya di BNNK di berikan pembinaan dan kerahasiaan pun di jamin penuh selama proses pembinaan berlangsung.
“jadi jangan takut kalau di katakana di tangkap, itu tidak ada,”jelas Firmansyah.
Firmansyah melanjutkan, dalam awal bulan Februari 2019 ini sudah ada masyarakat dengan kesadaran tinggi mengantar anaknya untuk dilakukan rehabilitasi di BNNK Tanah Laut sebanyak 4 orang. Di tahun 2018 BNNK Tanah Laut juga telah mengirim 2 orang dari Kabupaten Tanah Laut dan Kotabaru ke lembaga rehabilitasi narkoba di Samarinda Kaltim karena tidak bisa di tangani lagi.
Sementara di lain hal, terkait adanya instruksi presiden RI nomor 6 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), maka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Drs.Syahrian Nurdin begitu respon untuk segera di tindak lanjuti adanya Inpres tersebut ke jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Tanah Laut, utamanya melalui tes urine bagi jajaran ASN.
Hal itu di awali dengan adanya penandatanganan fakta integritas pejabat daerah lewat apel gabungan ASN, bahwa setiap ASN siap untuk dilakukan tes urine.
Dikatakan Firmansyah, untuk Kabupaten Tanah Laut sendiri berada di peringkat 3 dalam hal peredaran narkoba se Kalsel, hal itulah yang membuat miris BNNK untuk terus berupaya menekan peredaran maupun bagi pengguna.
Di paparkan Kasi Rehabilitasi BNNK Tala Budi, di tahun 2018 lalu ada 5 klien yang di rehabilitasi BNNK, dimana 2 di rujuk rawat inap di Samarinda sementara yang 3 menjalani rehabilitasi dan 1 orang masih masuk dalam tahapan awal. D
“Ditahun 2019 ini sudah ada 4 klien rehabilitasi yang sedang berjalan, dan terus melakukan penyuluhan kepada lembaga atau institusi yang telah bekerjasama dengan BNNK Tanah Laut,”ucap Budi.
Kondisi geografis Kabupaten Tanah Laut yang memiliki panjang garis pantai 200 km memang menjadi potensi peredaran narkoba melalui jalur laut. (Mul)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook