KRIMINALITAS

Jatanras Ringkus Pemalak Gunung Kayangan

INFOTANAHLAUT.COM-Jalur gunung Kayangan belakangan kurang aman dari aksi pemalakan. Baru-baru tadi warga Kecamatan Batu Ampar menjadi korban aksi pemalakan. Namun, korban warga Kecamatan Batu Ampar tersebut sebagai penunjuk untuk pihak berwajib menangkap pelaku pemalakkan, dan dalam beberapa jam setelah korban melapor ke Polres Tala, unit Jatanras Polres Tala pun berhasil menangkap pelaku pemalakkan.
Siapakah pelaku pemalakan tersebut ?
Sutrisno alias Ato yang memalak Waluyo warga Kecamatan Batu Ampar pada Selasa (9/10/2018) kemarin di Jalan A.Yani sekitar Gunung Kayangan sekitar pukul 11.00 wita, akhirnya dapat di ringkus unit Jatanras Polres Tala beberapa jam saat Waluyo melaporkan ke Polres Tala. Pelaku yang merupakan warga Jalan Rantau Bujur Rt 01/01 Desa Kayu Abang Kecamatan Tambang Ulang, telah memalak Waluyo yang saat itu korban tengah beristirahat di dekat sebuah pohon dekat gerbang masuk gunung Kayangan atau dekat gapura Kapal Pinisi.
Kasat reskrim Polres Tala AKP Gita Suhandi Achmadi,S.IK dalam keterangan persnya, Rabu (10/10/2019) di Polres Tala mengatakan, pelaku merasa sok kenal dengan korban yang lagi beristirahat dekat sebuah pohon, dan menyapa korban “Udin apa kabar”. Lantas di jawab korban “Siapa kamu”. Pelaku pun menjawab kalau ia Sutrisno dari Kandangan dan hendak ke Batu Licin ke rumah H.Isam dan saya kira pian Udin teman satu penjara dulu di daerah Ha’raan Batu Licin. Pelaku pun meminta uang ke korban untuk membeli rokok. Oleh korban pun memberi uang sebesar Rp 10.000 yang di ambil dari kantong celana kanan. Akan tetapi uang Rp 10.000 masih di rasa kurang pelaku dan meminta tambahan lagi guna membeli tali Poli dengan alasan kalau-kalau tidak sampai ke tambangnya H.Isam.
“Korban bersikeras karena sudah di beri uang masih kurang, namun pelaku malah mengancam dengan berkata-kata kalau ia hanya minta tambahan uang dan tidak menimpas (menbacok). Korban pun takut atas ancaman membacok tersebut dan menyerahkan dompetnya ke pelaku. Dalam dompet korban berisi uang Rp 282.000 serta uang lainnya yang di simpan korban di dalam tas ransel sebesar Rp 8.000 sehingga total uang korban Rp 300.000,”kata Kasat Reskrim.
Kasat reskrim menambahkan, pengakuan pelaku dengan kerjaan memalak itu sudah selama 2 bulan ia lakukan dan sendiri.
Untungnya, korban masih bisa memoto pelaku dengan kamera ponselnya setelah pelaku mengambil uang dan meninggalkannya, sehingga terlihat jelas terlihat wajah pelaku dan sepeda motor yang ia gunakan sepeda motor matic Honda Beat DA 6577 LAA warna hitam. Dari hasil ciri-ciri dalam foto hp korban, tim Jatanras Polres Tala segera bergerak setelah korban melapor.
Anggota Jatanras Polres Tala AIPDA Agung Rahmat Wijaya,SH yang menangkap pelaku mengatakan, awalnya dilakukan pengintaian dari gerbang masuk gunung Kayangan hingga sampai rest area dekat patung sapi. Setelah ciri-ciri pelaku cocok dengan gambar di hp korban maka langkah penangkapan pun dilakukan.
“Memang awalnya sempat terjadi perkelahian dengan pelaku, badannya yang cukup gemuk dan besar lumayan sulit untuk di robohkan, namun akhirnya dapat di lumpuhkan. Pelaku sempat kabur, akan tetapi adanya bantuan dari Polsek Tambang Ulang dan Polres Tala pelaku dapat di ringkus,”kata Agung.
Modus pelaku sendiri menakut-nakuti korban karena baru keluar dari penjara dalam kasus pembunuhan dan tidak mau lagi melukai orang kecuali dalam keadaan terpaksa.
Pelaku di jerat pasal 368 KUHP tentang pidana pemerasan dan pengancaman dengan ancaman penjara 9 tahun.Tung

17
89%
like
0
0%
love
0
0%
haha
1
5%
wow
0
0%
sad
1
5%
angry

Komentar Facebook